SEDIKITNYA 96 tentara tewas akibat bom bunuh diri terhadap iring-iringan
parade militer di ibu kota Yaman, Sana'a, tadi malam. Penyerang beraksi
di tengah barisan tentara di Al-Sabin Square, dekat Istana Presiden.
Petugas medis menyatakan insiden itu juga melukai sekitar 300 orang.
Para korban kini dirawat di tujuh rumah sakit di Sana'a.
Sebagian besar korban merupakan anggota Organisasi Keamanan Pusat (CSO),
pasukan paramiliter di bawah komando keponakan mantan Presiden Yaman Ali
Abdullah Saleh, Yahya Saleh.
Mereka tengah berlatih untuk berpawai pada Hari Persatuan Nasional yang
dijadwalkan berlangsung hari ini guna memperingati penyatuan Yaman
Selatan dan Yaman Utara pada 1990.
"Kami akan merayakan kesatuan kita besok (hari ini) dengan darah para
martir pada tangan dan wajah kami," tegas Brigadir Karim Nahil.
Serangan mematikan tersebut terjadi tak lama sebelum Menteri Pertahanan
Ahmed Nasser datang menyambut pasukan. Namun, ia selamat dan tidak terluka.
"Kami berada di tengah-tengah parade, tiba-tiba ada ledakan besar.
Puluhan anggota kami tewas. Kami mencoba membantu mereka," kata Kolonel
Amin al-Alghabati.
"Pelaku mengenakan seragam mi liter. Dia mengenakan sabuk dengan
bahan-bahan peledak. Ini pembantaian nyata. Ada timbunan bagian tubuh
yang koyak, kaki, dan kepala. Ini tak bisa dipercaya," imbuh seorang
tentara, Ahmed Sobhi.
Kelompok Al-Qaeda mengatakan kepada BBC, anggotanya merupakan pelaku
serangan paling mematikan sejak Presiden Abdrabuh Mansour Hadi mengambil
alih kekuasaan Yaman pada Februari itu.
Kelompok militan Ansar al-Syariah juga mengklaim berada di belakang
serangan.
Bom bunuh diri itu terjadi 10 hari setelah militer Yaman menggempur
kelompok militan yang terkait dengan Al-Qaeda di Abyan. Setidaknya 33
milisi dan 19 tentara dilaporkan tewas. (Reuters/BBC/IF/X-11)
http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/05/22/ArticleHtmls/Latihan-Parade-Militer-Yaman-Jadi-Ajang-Pembantaian-22052012001020.shtml?Mode=1
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.