Rabu, 23 Mei 2012
[Koran-Digital] Ani Sejajar Tokoh Perempuan Asia
Thursday, 24 May 2012
JAKARTA– Ibu Negara Ani Yudhoyono diklaim sangat layak memimpin bangsa
ini karena memiliki latar belakang pendorong kuat seperti halnya para
tokoh perempuan di Asia.
Partai Demokrat terus mendorong agar Majelis Tinggi serius
mempertimbangkan Ibu Negara Ani Yudhoyono sebagai calon presiden
(capres) 2014. Menurut anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani
Leimena Suharli, para tokoh perempuan pemimpin di Asia selalu ada latar
belakang perjuangan keluarga. Di Thailand, Perdana Menteri Yingluck
Shinawatra merupakan adik perdana menteri terdahulu.
Di Pakistan, ada almarhumah Benazir Bhutto yang merupakan putri sulung
dari Perdana Menteri Pakistan yang digulingkan, Zulfikar Ali Bhutto.
Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri juga merupakan putri Presiden I
RI Soekarno. "Nah, di Indonesia, ya Bu Ani. Beliau pendorongnya di
Partai Demokrat,"kata Melani di Gedung MPR/DPR/Senat, Jakarta,kemarin.
Wakil Ketua MPR itu memaparkan, Ani bukan sekadar memiliki pengalaman
mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintah selama
dua periode.Putri almarhum Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
ini, kata Melani,juga memiliki perjalanan politik tersendiri sebagai
salah satu pendiri Partai Demokrat dan pernah menjadi wakil ketua umum.
Fakta itulah yang membuat Ani Yudhoyono memiliki peluang besar untuk
diusung sebagai capres.
Meski begitu, semuanya tetap akan bergantung pada keputusan Majelis
Tinggi di mana SBY menjadi ketuanya. Sementara itu,Wakil Ketua Dewan
Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie memandang wacana mencalonkan Ani
baru sebatas aspirasi kader secara pribadi.Karena itu,kata Ketua DPR
ini,tidak serta-merta Partai Demokrat nantinya akan mengusung Ani Yudhoyono.
"Aspirasi silakan. Kita tidak bisa melarang orang dan masyarakat untuk
mengusulkan. Semuanya berhak untuk mengusulkan, kalau mereka
menginginkan silakan saja. Tapi yang akan menentukan, prosesnya di
Majelis Tinggi," ungkapnya. Saat ini, kata dia, Majelis Tinggi belum
sekali pun membicarakan masalah capres-cawapres. SBY selaku ketua
Majelis Tinggi selalu menekankan agar sekarang fokus mengurus negara ini.
"SBY berkali-kali menyampaikan dalam pidatonya agar kader Partai
Demokrat lebih mementingkan bekerja dan tidak sibuk membicarakan capres.
Kita tidak membicarakan masalah presiden atau cawapres karena masih
terlalu jauh waktunya," jelasnya. Pakar komunikasi politik dari UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, membandingkan
Ani Yudhoyono dengan tokoh perempuan Asia terlalu berlebihan.
Menurut dia, dari aspek kapabilitas justru figur Ani masih banyak yang
meragukannya sebagai pemimpin.Karena selama ini, pemikiran-pemikiran
kebangsaan dan jaringan internasionalnya tidak tampak selain sebagai
pendamping Presiden SBY."Wajar jika kita bertanya, apakah popularitasnya
karena dia memiliki potensi sebagai pemimpin atau karena terdongkrak
oleh sosok suaminya, yakni SBY,"ungkapnya.
Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti mengingatkan, di
Partai Demokrat hanya Majelis Tinggi atau Dewan Pembina yang bisa
menentukan sosok capres. Iklim yang kurang terbuka ini akan terus
dipelihara hingga saat-saat terakhir pencapresan, bahkan bisa satu atau
dua hari sebelum pengumuman calon." Kemungkinan nama Ani Yudhoyono akan
muncul di menit- menit terakhir sebagai capres dari Demokrat. Ini bisa
dikondisikan sebelum pendaftaran ke KPU (Komisi Pemilihan Umum),"ujarnya.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti
Zuhro pesimistis Demokrat akan mengusung Ani. Siti yakin SBY bakal
memegang teguh janji dan tekadnya untuk tidak mendorong dan merestui
anggota keluarga, apalagi istrinya, menjadi capres atau cawapres. Dia
juga tidak yakin Demokrat akan mengusung mantan Wakil Presiden Jusuf
Kalla (JK) yang juga sempat mencuat sebagai bakal capres potensial
Demokrat selain Ani dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo
Subianto.
Siti menerangkan, meski elektabilitasnya sangat kuat, pada 2014
mendatang Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu sudah memasuki
usia 74 tahun. Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari
Dwipayana menilai Demokrat memang membutuhkan figur yang kuat untuk
menjaga perolehan suara pada 2014.
"Mau tidak mau harus mencari tokoh yang memiliki popularitas dan
elektabilitas tinggi. Sebagai parpol besar, mereka harus benar-benar
selektif memilih calon. Harus lebih populer dari Megawati dan calon dari
Partai Golkar. Saya kira Prabowo punya itu,"terangnya. rahmat sahid/
mohammad sahlan/ radi saputro
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/497535/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Konser Lady Gaga - Polda Imbau Penjualan Tiket Dihentikan
Thursday, 24 May 2012
JAKARTA – Polda Metro Jaya meminta pihak promotor menyetop penjualan
tiket konser Lady Gaga selama izin konser belum keluar. Selain itu,Polda
Metro Jaya juga tetap tidak merekomendasikan konser Lady Gaga jika
promotor belum melengkapi persyaratan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab juga membantah telah
memberikan izin penjualan tiket prakonser Lady Gaga pada awal Mei lalu
di sebuah mal."Komitmennya tetap, saya tidak akan memberikan rekomendasi
karena melihat perkembangan pro dan kontra ini.Perlu saya berikan
rekomendasi bila memenuhi persyaratan administrasi dari instansi
terkait," katanya kemarin.
Menurut Untung, persyaratan administrasi harus dipenuhi setiap promotor
yang akan menggelar acara dengan mengundang banyak orang. Promotor juga
wajib menaati aturan,baik norma susila maupun hukum di Indonesia. Untung
menuturkan,Polda Metro Jaya tidak memberikan batas waktu pemenuhan
syarat administrasi kepada promotor. Dengan demikian,tidak menutup
kemungkinan waktu penyelenggaraan konser di luar jadwal yang sudah
ditetapkan,bisa diundur atau dimajukan.
"Saya imbau pihak penyelenggara untuk tidak menjual tiket lagi selama
tidak mengantongi izin dari Mabes Polri,"tegasnya. Diberitakan
sebelumnya, konser Lady Gaga yang rencananya digelar di Stadion Utama
Gelora Bung Karno,Jakarta, pada 3 Juni mendatang ditentang banyak
pihak.Atas dasar ini,Polda Metro Jaya kemudian menolak rekomendasi
pergelaran konser tersebut.
Penolakan konser bertajuk The Born This Way Ball Tour ini dilancarkan
beberapa kelompok karena kostum panggung dan lirik lagu yang cenderung
nyeleneh dari pelantun Poker Face itu. Menanggapi imbauan tersebut,
Media Relation Big Daddy Entertainment Arif Ramadhoni ketika dihubungi
melalui telepon selulernya mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan
komentar."Kami dari pihak promotor kini sedang mengurus segala hal
terkait dengan izin penyelenggaraan konser sesuai dengan peraturan
perundangan yang telah ditetapkan,"ujar Arif.
Sebelumnya tersiar kabar pihak promotor menambah 2.000 tiket lagi di
mana target sebanyak 40.000 tiket sudah tercapai. Ini terjadi karena
antusiasme para Little Monster di Indonesia begitu tinggi.Mengenai hal
itu, Arif mengakui berencana menambah tiket konser.
Atas kontroversi kedatangannya, Lady Gaga buka suara. Lewat akun Twitter
@ladygaga, pelantun Born This Way itu memastikan tetap akan menggelar
konser di Jakarta.Dikutip dari akun Twitter-nya, Lady Gaga menjelaskan
kondisi konsernya yang akan dihelat 3 Juni mendatang.
"Situasi Jakarta adalah 2 hal: Pemerintah Indonesia menuntut saya
menyensor acara & ekstremis agama secara terpisah memberikan ancaman
kekerasan,"ujar Gaga.
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/497541/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Rekor Terburuk Bulu Tangkis Indonesia
Thursday, 24 May 2012
ImageTunggal putra ketiga Indonesia Dionysius Hayom Rumbaka terjatuh
saat melawan tunggal putra Jepang Takuma Ueda dalam pertandingan babak
perempat final Thomas dan Uber Cup 2012 di Wuhan Sports Center's
Gymnasium, Wuhan, China, kemarin. Rumbaka gagal memenangi partai
terakhir, sehingga tim Thomas Indonesia tersingkir.
JAKARTA– Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) harus segera
melakukan pembenahan dan regenerasi untuk mengembalikan kejayaan bulu
tangkis.
Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat prestasi olahraga yang menjadi
kebanggaan bangsa itu semakin terpuruk.Terakhir,timThomas dan Uber
Indonesia harus bertekuk lutut di perempat final saat menghadapi Jepang,
2-3, di Wuhan Sport Complex Gymnasium, China, tadi malam. Kekalahan ini
cukup memprihatinkan karena secara prestasi level Negeri Matahari Terbit
tersebut berada di bawah Indonesia.
Kekalahan tim Thomas tadi malam sekaligus merupakan rekor terburuk sejak
Indonesia mengikuti event itu di Singapura pada 1958. Sebab inilah kali
pertama tim Thomas gagal melaju ke semifinal di ajang bulu tangkis
paling prestisius tersebut.Kondisi ini tentu mengecewakan masyarakat
Indonesia yang sangat yakin Taufik Hidayat dkk bisa mencapai semifinal
di turnamen yang disiarkan langsung MNCTV, SINDOTV, dan MNC Sports tersebut.
Mereka bahkan optimistis Indonesia minimal mengulang torehan dua tahun
silam ketika menjadi finalis seusai ditundukkan China 0-3 di Kuala
Lumpur,Malaysia. Kekalahan tim Thomas dan Uber mendapat perhatian
Menpora Andi Mallarangeng. "Tentu saja kita prihatin dengan kekalahan
dari Jepang. Ini harus menjadi wake up call bagi PBSI," kata Andi saat
dihubungi SINDOtadi malam.
Menurut Andi, olahraga bulu tangkis sudah berkembang ke seluruh
dunia.Negaranegara lain pun sudah semakin maju. Melihat perkembangan
ini, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia selain harus berbenah, dalam
hal ini melalui pembinaan usia dini. Dalam pandangannya, regenerasi
harus menjadi prioritas. Upaya ini bisa dilakukan dengan memaksimalkan
kompetisi di dalam negeri untuk mengembangkan bakat-bakat baru.
Pebulu tangkis legendaris Rudy Hartono tak kalah prihatin melihat
kegagalan Indonesia di Piala Thomas dan Uber tahun ini.Namun, dia enggan
mencari kambing hitam atas kegagalan tim Merah Putih di Wuhan,China.
Peraih tujuh gelar All England beruntun ini hanya berharap adanya
perbaikan yang harus segera dilakukan melalui Pelatnas PB PBSI di Cipayung.
Kepala Pelatih Ganda Pelatnas Bulu Tangkis Indonesia Christian Hadinata
menilai kekalahan tim Thomas Indonesia dari Jepang karena kecerdikan tim
Matahari Terbit itu melihat celah kekurangan tim Merah Putih.Apalagi,
lineup yang diturunkan Indonesia tidak dalam performa terbaik. Dalam
pertandingan tadi malam, tim Thomas Indonesia sempat memiliki asa ketika
tunggal pertama Simon Santoso melibas Sho Sasaki, 22-20, 21-14.
Namun awal baik ini tidak bertahan lama pada ganda putra saat Markis
Kido/Hendra Setiawan menyerah kepada pasangan Noriyasu Hirata/Hirokatsu
Hashimoto, 16-21,18-21. Masyarakat Indonesia semakin cemas setelah
Taufik Hidayat tak berkutik di tangan Kenichi Tago, 12-21, 17-21.
Harapan kembali bersemi saat Mohammad Ahsan/Alvent Yulianto menyamakan
keadaan menjadi 2-2 setelah mengalahkan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa,
21-17, 21-13.
Sayangnya, pada babak yang menentukan, tunggal ketiga Dionysius Hayom
Rumbaka, takluk dari Takuma Ueda, 14- 21,19-21. Tim Uber Indonesia
menyusul kegagalan tim Thomas setelah takluk 2-3 dari Jepang. Lindaweni
Fanetri yang menjadi penentu di pertandingan terakhir bertekuk lutut di
tangan Minatsu Mitani, 21-19, 13-21,17-21. edi yuli/nurul huda/rahmat
sahid
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/497549/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Menyingkap Topeng Bank Asing
Perlu ada pengaturan agar bank asing masuk ke sektor selain mikro dan konsumen.
DI era globalisasi se perti sekarang uang dan modal seolah ti dak berkewarganegaraan, masuk dan keluar tan pa batas, seperti halnya di perbankan. Dalam kondisi seperti itu sulit untuk membedakan apakah sebuah bank berstatus lokal atau asing. Karena itu, diperlukan upaya lebih keras bagi sebuah negara untuk melindungi sektor perbankannya dari serbuan asing. Bank Indonesia (BI) sebagai regulator harus lebih jeli dalam memutuskan kebijakan.
Bank-bank swasta yang saat ini berstatus swasta nasional tapi dimiliki asing perlu direklasifikasi sebagai bank asing atau campuran.
“Bank swasta nasional milik asing itu kan oxymoron, saling bertentangan. Nasional tapi milik asing. Seharusnya dimasukkan dalam koridor yang benar, masuk bank campuran atau bank asing,“ papar Chief Financial Analyst Katadata Lin Che Wei di Jakarta, Selasa (22/5).
Dia menilai reklasifikasi harus dilakukan bersamaan dengan pemberlakuan aturan izin berlapis (multiple license). Perlu adanya pengaturan agar bank asing masuk ke sektor selain mikro dan konsumen. “Kalau tidak diatur, bank pasti akan mencari yang paling menguntungkan, sedangkan infrastruktur, manufaktur tidak ada yang masuk,“ kata Che Wei.
Hal itu dibuktikan dengan data 2011 yang memperlihatkan porsi kredit konsumer milik asing seperti Bank Danamon mencapai 48%, di Bank CIMB Niaga 30%, dan BII 35%.
Adapun bank BUMN, sebagai pembanding, lebih banyak memberikan kredit produktif dengan persentase kredit konsumer hanya 15% di Bank Mandiri dan 21% di BNI.
Bank-bank milik asing, menurut analisis Che Wei, telah semakin mendominasi pasar. Pada 1998 sampai 2004, ketika kepemilikan asing di bank-bank dibuka, pangsa aset bank milik asing hanya 16% dan kemudian tumbuh menjadi 21% di 2011. Di sisi lain, pangsa aset bank swasta nasional yang dimiliki lokal turun dari 42% di 1998 ke 22% pada 2011. Begitu pula pangsa aset bank BUMN yang terus tergerus, dari 44% (1998) menjadi 35% (2011) (lihat grafik).
Membesarkan sebuah bank tentunya membutuhkan modal besar. Itu yang tidak dimiliki pemain lokal. Sebagai perbandingan, HSBC Holdings pemilik Bank Ekonomi mempunyai modal US$166,1 miliar (Rp1.495 triliun). Grup DBS yang hendak mengakuisisi Bank Danamon memiliki modal US$26,3 miliar (Rp237 triliun). Bandingkan dengan Bank Mandiri, modalnya hanya US$6,7 miliar (Rp60 triliun). Kondisi itu disebut Che Wei sebagai unequal playing field. Direktur Eksekutif Katadata Metta Dharmasaputra menambahkan, reklasifikasi dan izin berlapis perlu dilakukan sesegera mungkin. Kebutuhan tersebut terasa menjepit karena kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk membuka pasar sudah di depan mata.
“Ini kesempatan emas mulai menggunakan kesempatan ini agar pemerintah memperkuat bank BUMN dan membuka lowongan untuk local entrepreneur masuk.“
Bank BUMN Sementara itu, Che Wei mengingatkan perlunya komitmen politik untuk memperkuat bank BUMN. Bank BUMN merupakan tulang punggung pembiayaan kebutuhan dasar negara, misalnya infrastruktur dan industri.
Kebutuhan tambahan modal bank BUMN perlu disikapi serius oleh pemerintah.
“Daripada tidak bisa menggunakan dana optimal untuk pembangunan, injeksi modal ke bank saja karena bank di Indonesia sudah pasti menguntungkan,“ cetusnya.
Ia memprediksi kepemilikan pemerintah di bank-bank BUMN akan tergerus sampai level batas minimal yakni 51%. Bank pertama yang akan tergerus porsi pemerintahnya ialah BRI dalam tiga tahun dari saat ini 56,8%. Untuk BNI dan Mandiri dalam 6-7 tahun dari saat ini 60%. Adapun BTN akan menyentuh level 51% dari saat ini 71,9% dalam 7-10 tahun. (E-5)http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/05/24/ArticleHtmls/Menyingkap-Topeng-Bank-Asing-24052012018003.shtml?Mode=1
[Koran-Digital] David Krisna; Mencari Generasi Politik
David Krisna Alka Peneliti Populis Institute, Jakarta
KERUSAKAN dan ke busukan politik di Republik ini mem buat generasi muda sebagai generasi penerus bangsa terlalu banyak yang tidak mau berpolitik, apalagi masuk partai politik. Padahal, kelompok usia muda mewarisi cita-cita Republik.
Generasi muda yang hidup dalam nuansa dan suasana politik yang kacau-balau semestinya memiliki kreativitas tinggi dan keunggulan untuk melakukan perubahan atas berbagai kerumitan dan masalah politik. Ketidakpedulian generasi saat ini kepada politik juga berarti ketidakpedulian terhadap kemajuan Republik.
Benjamine Fine dalam bukunya 1.000.000 Delinquents (1957) mengatakan, “A generation who will one day become our national leader.“ Generasi muda kelak akan menjadi ahli waris dan pemimpin bangsa dan negara. Pertanyaannya, bagaimana bisa gene rasi muda menjadi pemimpin Republik kalau takut atau tak mau berpolitik? Bagaimana melakukan perubahan terhadap kerusakan dan kebusukan partai politik kalau kecut masuk partai politik?
Demokrasi yang terbelah Kerusakan politik dan instrumennya akan berakibat mandeknya perjalanan demokrasi dalam Republik. Di alam demokrasi, kenyataannya masyarakat kelas bawah sengsara dan penganggur bertambah, tapi kelompok elite politik dan penguasa justru bergelimang harta.
Politik memang berselingkuh dengan ekonomi. Namun apabila kebijakan ekonomi mengisap rakyat dan menghasilkan kebijakan-kebijakan opresif dan diskriminatif, pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan ketersediaan lapangan kerja--semua sarana yang mestinya dinikmati secara bebas dan menjadi indikator penting dari sebuah negara demokrasi--tertawan oleh kepentingan elite politik.
Selain itu, masalah demokrasi menjadi penyebab utama kejatuhan rezim. Bila melihat gejolak politik di Timur Tengah belum lama ini, krisis ekonomi d dan demokrasi itulah yang m mendorong generasi muda di Timur Tengah melancarkan demonstrasi. Mereka berjuang menumbangkan rezim otoriter demi demokrasi dan pengembangan ekonomi ke arah lebih baik. Dengan menggunakan jaringan teknologi komunikasi mutakhir seperti Facebook dan Twitter, kaum muda yang tertekan bergerak untuk perubahan. Merekalah generasi muda yang menari tari gelombang perubahan di Timur Tengah.
Hampir semua tuntutan rakyat di beberapa negara Timur Tengah membuka keran demokrasi di negara masingmasing. Penolakan terhadap demokrasi merupakan langkah yang mati. Rakyat diperintah rezim-rezim paling buruk yang memaksakan apa yang mereka takuti dari demokrasi.
Jadi, tak usah takut dengan demokrasi.
Artinya, kebajikan demokrasi itu terletak di mana saja, termasuk di Timur Tengah.
Begitu pula nyala sumbu api demokrasi, bisa menyala di negara mana saja. Si penyala api demokrasi itu bisa siapa saja: mahasiswa, politikus, bahkan pedagang asongan.
Generasi politik Di Republik ini, tampak pening katan generasi muda yang ogah berpolitik, konsumtif, individualistis, dan tak bergairah untuk terlibat dalam organisasi-organisasi kepemudaan dan organisasi politik. Ke cenderungan generasi muda yang seperti itu berarti mereka semakin apolitis.
Dunia politik memang gemar memolitisasi ideologi dan menjadikannya slogan kosong belaka. Jika generasi yang ogah berpolitik memilih diam, barangkali bukan karena mereka tak peduli. Mungkin saja mereka takut tercemar oleh kebusukan politik dan rezim korup yang enggan dan takut dengan gerakan perubahan.
Dalam konteks itu, perlu memahami mengapa me reka menjadi apolitis. Di beberapa ne gara Timur Te n g a h , g e nerasi apolitis menjelma menjadi kekua tan baru y a n g ditakuti rezim otoriter.
Rezim otoriter sering salah tingkah dengan berupaya membatasi dan memblokir komunikasi dunia maya; dunia yang paling di g a n drungi gene r a s i apoli tis. Na mun di balik tampilan lahiriah yang apolit i s , s e b e n a r ny a t e r d a p a t sebuah kebenaran paradoksal dalam diri mereka.
Semakin giat sebuah rezim membentuk generasi apolitis, semakin kuat pula kemungkinan ia akan diturunkan generasi yang sama. Rezim yang berikhtiar melanggengkan kekuasaan melalui politik yang melahirkan generasi apolitis suatu saat kelak akan bertemu dengan karmanya.
Negara Tunisia yang kini telah beralih ke pemerintahan baru sebelumnya diperintah rezim diktator dan koruptif Ben Ali. Partai An-Nahda di Tunisia menang dalam pemilu 23 Oktober 2011 dengan 41,47% suara. Partai An-Nahda dan anggota koalisi berkuasa dalam Majelis Konstituante Tunisia mengumumkan pembentukan gerakan mahasiswa bernama Ennahda's Youth at University (EYU).
Menurut Abdelkarim Harouni, anggota Majelis Konstituante yang mewakili Distrik Tunisa 1 dan juga presiden sayap pemuda An-Nahda, mereka menghendaki adanya ruang kebebasan dan konsensus di universitas-universitas di Tunisia. Tujuan aktivitas EYU ialah restorasi lingkungan politik yang moderat di dalam universitas. Yakni, membantu penyolidan tujuan-tujuan revolusi, menguatkan kembali identitas Arab-Tunisia, dan membela hak para mahasiswa untuk bersatu dan berorganisasi politik.
Dalam gerakan partai politik di Indonesia saat ini, hadirnya Liga Mahasiswa NasDem, yang merupakan sayap Partai NasDem, memainkan peran penting dalam mengonsolidasi berbagai gerakan mahasiswa untuk peduli terhadap politik dan partai politik. Dengan moto belajar, berpartai, dan berbakti, Liga Mahasiswa NasDem berupaya membangun iklim dialog yang sehat di antara berbagai kelompok mahasiswa yang memiliki ideologi dan kepentingan yang berbeda-beda. Tentu sayap Partai NasDem ini perlu membuktikan kinerja mereka kepada kaum muda dan rakyat Indonesia dengan konsep politik yang implementatif dan substantif.
Dalam lingkungan politik demokratis, generasi apolitis maupun generasi politik menjadi backbone (tulang punggung) dari gerakan demokrasi. Namun, perlu dibuka cara-cara baru yang membuat generasi penerus Republik ini untuk mulai melihat bahwa lingkungan politik tak selamanya penuh dengan kotoran dan kebusukan.
Oleh karena itu, diperlukan generasi politik sebagai tenaga ampuh yang dapat melakukan perubahan terhadap kerusakan partai politik di Republik ini. Generasi politik yang memiliki kemerdekaan hati nurani didorong rasa kemanusiaan, kebenaran, dan keadilanhttp://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/05/24/ArticleHtmls/Mencari-Generasi-Politik-24052012012003.shtml?Mode=1
