Tampilkan postingan dengan label Dr Naek L Tobing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dr Naek L Tobing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 November 2010

Kehamilan dan Seksualitas; Oleh Dr Naek L Tobing

Kehamilan dan Seksualitas
Oleh Dr Naek L Tobing (Psikiater, Sex Educator & Sex Counselor) 

Senin, 09 Oct 2000 11:04:16 

Pdpersi, - Pada jaman sekarang, kehamilan adalah suatu masa istimewa, khususnya dalam kehidupan wanita. Dengan adanya Keluarga Berencana (KB) dan seiring makin lambatnya usia menikah, serta meningkatnya wanita yang berkarier, maka kehamilan menjadi sesuatu yang didambakan. Mungkin sudah 4 tahun orang menikah baru ingin hamil. Mungkin orang baru menikah di usia 32 tahun, tentu saja langsung serius ingin punya anak. Kadang, karena sudah lama berusaha hamil tapi sering gagal, suatu waktu hamil tentu senang. 

Tapi, tentu saja ada rasa khawatir. Bagaimana caranya agar kehamilan aman. Jangan-jangan kalau banyak bergerak, bisa gugur. Bagaimana bila melakukan hubungan badan. Bila takut hubungan badan tetapi suami menuntut, yang mana harus diturut. Sebaliknya, bila istri ingin seks, justru suami yang takut keguguran atau tidak bergairah. Ini tentu menimbulkan kesulitan. Untuk itulah perlu dibicarakan dan didiskusikan pola hidup terbaik untuk orang hamil, termasuk aspek seksualnya. 

Kehamilan dimulai saat pertemuan (konsepsi) sperma dan sel telur, sampai melahirkan. Kehamilan itu akan mempengaruhi kehidupan si Ibu. Dan selanjutnya pola kehidupan, termasuk kehidupan seksual si Ibu pun dapat mempengaruhi perkembangan kehamilan. Selama hamil, timbullah berbagai perubahan-perubahan dalam diri si Ibu. Hormon-hormon kewanitaan akan meningkat tinggi sekali. Salah satu pengaruhnya ialah rasa mau muntah sampai muntah. 

Sebagian orang mengatakan, muntah disebabkan oleh peningkatan hormon tadi. Sebagian lagi mengatakan karena faktor kejiwaan. Tetapi kemungkinan besar ialah bila gejala muntah sangat berat, kemungkinan besar disebabkan oleh gabungan peningkatan hormon kewanitaan dan kesulitan kejiwaan. Sebagian lagi mengatakan bahwa selama mengandung sampai melahirkan, maka si Ibu dalam keadaan krisis, ini ada benarnya. Salah satu kemungkinannya ialah keguguran kehamilan. 

Pada saat terjadinya keguguran, segala bahaya bisa terjadi sampai mengancam kehidupan. Demikian juga pada saat melahirkan. Melahirkan bayi adalah suatu masa krisis yang paling berat dan pada sebagian besar ibu dirasakan paling sakit. Kondisi ini juga ikut mempengaruhi kehidupan si ibu dan termasuk kehidupan seksualnya. 

Kehamilan seluruhnya dibagi dalam 3 fase, yang masing-masing fase lamanya 3 bulan. Fase pertama, yakni 3 bulan pertama, dikatakan fase yang kritis. Pada fase ini, plasenta belum terbentuk maka kehamilan mudah sekali gugur. Selain itu, pada fase inilah gejala-gejala muntah yang paling berat. Kemungkinan karena baru meningginya hormon-hormon itu tadi, sehingga tubuh masih sangat sensitif, maka gejala muntah akan terasa berat. Mual dan muntah menyebabkan nafsu makan menurun. Akibatnya perasaan menjadi lemah. Padahal dalam periode itu dibutuhkan makanan yang lebih banyak dan bermutu untuk pembentukan bayi. 

Periode 3 bulan kedua adalah periode yang paling stabil. Pada periode ini, kehamilan sudah terbentuk cukup sempurna, tubuh tidak begitu sensitif lagi sehingga gejala mual atau muntah umumnya sudah menurun. Akibatnya, si ibu merasa senang, sehat dan segar. Secara psikologis, bila si ibu memang sudah menginginkan kehamilannya dan suami juga mendambakan anak, maka keduanya akan lebih intim pada periode tersebut. Senang akan datangnya anak kesayangan. 

Periode 3 bulan ketiga kembali menjadi rawan. Kehamilan akan makin berat. Seluruh tubuh akan membengkak dan pertambahan berat badan seluruhnya dapat mencapai belasan kilogram yang harus dibawa terus menerus selama akhir dari kehamilan. Ini adalah beban berat bagi si ibu. Karena beratnya beban, maka si ibu sering menjadi lemah dan lelah. Kadang-kadang juga tubuh terasa panas sehingga menimbulkan keringat yang banyak. Karena beratnya beban, hampir semua ibu selalu menginginkan supaya kehamilan cepat berakhir dengan kelahiran yang normal. 

Fisiologi Seks 

Kehidupan seks yang bahagia dan memuaskan selalu didambakan oleh setiap pasangan suami-istri. Keinginan itu tetap ada pada mereka walaupun pada saat hamil. Biasanya aktivitas seksual didahului oleh adanya libido, yakni dorongan seks yang membuat orang melakukan aktivitas seksual. Libido adalah suatu peristiwa dalam otak. Oleh karena itu hal-hal yang mempengaruhi libido lebih banyak pengaruh psikis atau kejiwaan. Pengaruh itu dapat meliputi keadaan jiwa pada saat itu, hubungan suami-istri, maupun kondisi sekitar. 

Fase kedua ialah fase terangsang. Pada fase ini, sudah timbul perubahan-perubahan pada tubuh dan umunya telah terjadi aktivitas seksual berupa cumbuan dengan berbagai cara. Perubahan yang utama ialah pada pria adanya ereksi penis serta kenikmatan di daerah-daerah genital dan daerah lain yang disentuh. Pada wanita, perubahan yang terjadi ialah timbulnya cairan vagina serta membengkaknya daerah-daerah alat kelamin. Juga timbulnya kenikmatan pada daerah-daerah tadi, serta bagian tubuh lain yang disentuh. Lamanya fase ini tergantung pada aktivitas seksual tadi. Sebagian pasangan melakukannya hanya singkat dan akhirnya menuju orgasme atau ejakulasi. Tetapi pada pasangan lain, aktivitas yang diatas berlangsung lama sekali. 

Orgasme/Ejakulasi 

Sesudah kenikmatan cukup tinggi dan aktivitas seksual dilakukan terus maka kenikmatan akan meninggi dan terus menuju puncaknya. Puncak dari kenikmatan ini disebut klimaks atau orgasme. Sesudah mencapai puncak, kenikmatan akan menurun dan secara pelan-pelan akan kembali kedasar. 

Pada wanita, puncak kenikmatan dapat timbul beberapa kali. Mungkin tercapai pada saat ciuman, pelukan lalu diakhiri dengan suatu klimaks yang tinggi. Sehingga orgasme terdapat beberapa kali. Sedangkan pada laki-laki, orgasme hampir selalu tercapai pada saat ejakulasi yakni semprotan cairan sperma. Akibatnya orgasme pria hanya terjadi satu kali untuk setiap senggama. 

Fase resolusi ialah keadaan dimana aktivitas seksual kembali ke istirahat dan semua perubahan fisiologispun akan kembali juga ke keadaan sebelum melakukan aktivitas seksual. Tetapi secara psikologis, keadaan dapat dinikmati begitu tinggi antara suami-istri. Kesan mendalam karena mendapatkan orgasme bersama-sama, akan memberikan keintiman yang mendalam pula bagi berdua. Makin dalam kesan tadi, makin lama kenikmatan berada dalam ingatan sehingga keintiman suami-istri pun mungkin mendalam dan berlangsung lama. 

Kehidupan Seks pada Kehamilan 

Perubahan kehidupan seksual dapat terjadi karena perubahan-perubahan yang terjadi secara fisik dan mental, khususnya pada istri dan pasangan itu umumnya. Kondisi yang lemah dari istri seperti karena mual-mual atau muntah, nafsu makan yang menurun akan membuatnya lemah dan keinginan seksualnya menurun. Kadang-kadang walau suami mengajak, istri sering menolak. Hanya bila suami merasa senang dengan kehamilan itu, dia dapat mengatasinya dengan baik. 

Pada wanita yang tidak mengalami muntah atau mual yang serius, maka aktivitas seksual tidak akan terganggu. Bahkan cukup banyak dari mereka yang justru meningkat keinginan seksual serta frekuensi hubungan seksnya karena merasa bahagia telah hamil. Suami-istri senang bersama-sama dan ingin menikmatinya dalam kontak seksual yang sering. 

Pada 3 bulan kedua, sekitar 80 persen wanita akan meningkat dorongan seksnya. Selain itu, mual atau muntah sudah hilang. Kesehatan umumnya akan meningkat. Perasaan senang karena hamil. Pada sebagian faktor lain ialah terjadinya pembesaran payudara yang membuat daya tariknya meningkat. Suami akan merasa lebih bergairah melihat istrinya yang payudaranya bertambah besar serta bahagia karena istri telah hamil. Kedua faktor itu membuat suami juga meningkat keinginan seksnya, sehingga pada sebagian besar pasangan kontak seksual akan jauh lebih sering pada periode ini. 

Pada 3 bulan ketiga, beban kehamilan itu sudah memberati si Ibu. Banyak wanita yang jadi susah makan. Juga banyak keringat yang membuatnya tidak bersih, sehingga daya tariknya pun menurun. Selain itu pada kehamilan yang mulai tua, akan timbul peningkatan cairan tubuh. Hampir semua badan letih atau bengkak. Air ditahan dalam badan. Akibatnya, cairan vagina juga bertambah. Ada terasa licin yang mengganggu sehingga kontak seksual menjadi kurang memuaskan. 

Pada pasangan-pasangan yang saling mencintai akan senang akan kehamilan itu, pertambahan cairan vagina tak akan mengganggu. Tetapi pada orang-orang yang sangat mendambakan kenikmatan seksual, apalagi bila ada konflik suami-istri, maka kondisi itu dapat menjadi biang keladi kekurang puasan sampai pada hubungan seks luar nikah. Bila percekcokan atau hubungan diluar nikah sampai terjadi, maka perlu dicari penyebabnya. Apakah pribadi suami yang mengakibatkan pertambahan cairan vagina sebagai gara-gara atau ada konflik diantara mereka. 

Pada sebagian wanita hamil berat, maka kontak seksual dirasakan ancaman terhadap kehamilan. Bila rahim dengan bayi telah mulai menurun kearah vagina, maka penis suami dapat membentur daerah rahim. Stimulasi yang berat ke leher rahim akan membuat seluruh rahim bergerak seolah-seolah mau melahirkan. Bahkan ada yang bisa gugur. Timbul kontraksi rahim yang kuat. Kadang ada darah, ancaman keguguran menjadi kekhawatiran. Karenanya sebagaian wanita menolak melakukan hubungan seksual pada akhir-akhir kehamilan. 

Pada kondisi dimana keguguran sering terjadi, maka sepantasnyalah hubungan seks dilakukan dengan berhati-hati. Bila keguguran telah sering terjadi dan kehamilan belum pernah berlangsung selamat, maka sebaiknya 3 bulan pertama dilarang atau berhenti melakukan hubungan seks. 

Sesudah 3 bulan pertama lewat, hubungan seks dapat dicoba kembali dengan sangat hati-hati sehingga penis diharapkan tidak membentur daerah rahim. Namun bila terasa sakit atau keluar darah, maka sebaiknya senggama dihentikan. Demikian juga pada akhir-akhir kehamilan. Benturan yang terlalu keras dari penis terutama ke daerah rahim, akan membuat kontraksi rahim sangat kuat seperti akan melahirkan. Ini membuat si Ibu ketakutan dan kesakitan. Dalam keadaan demikian hubungan seks harus dilakukan hati-hati dan jangan sampai didorong kuat-kuat. Dengan demikian penis tidak terlalu jauh masuk ke dalam namun diharapkan keduanya masih bisa mencapai kepuasan. 

Tetapi sering justru cara dan sifat suami yang sulit. Ada suami yang sudah terbiasa kuat-kuat dengan harapan istri akan lebih puas padahal justru bahaya jadi mengancam. Kemungkinan juga karena keduanya sudah terangsang tinggi, maka secara otomatis dan tanpa sadar mendorong sekuat-kuatnya. Akibatnya timbul benturan penis dengan leher rahim. Inipun akan mengancam keguguran 

Nah, itulah sebabnya perlu dibicarakan bersama-sama cara kontak seksual yang aman sehingga keduanya masih bisa menikmati dan kehamilan pun tidak terganggu. 


Makalah ini disampaikan pada Simposium dan Talk Show “Masalah Seputar Kehamilan dan Setelah Melahirkan”, diselenggarakan oleh RS Mitra Keluarga Bekasi, Sabtu (30/10), di Hotel Horison Bekasi.

Seksologi: Enaknya Ya Sama-Sama! Oleh: DR. Naek L. Tobing,

Seksologi: Enaknya Ya Sama-Sama!
Oleh: DR. Naek L. Tobing, Konsultan Masalah Seks, di Jakarta



Orgasme adalah puncak kenikmatan yang didapat saat melakukan aktivitas seksual. Jika penetrasi berlangsung sukses, kenikmatan tak hanya dirasakan suami, tapi juga istri. Kenikmatan itu semakin meningkat sesuai stimulasi yang didapat. Sayang, tidak semua pasangan bisa mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.

Bagaimana caranya mencapai orgasme pada saat bersamaan? Ada rahasianya lo.

Pada pria, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi. Menjelang ejakulasi, cairan sperma mulai dipompa oleh organ-organ kantong cairan (vesikula seminalis) dan prostat. Waktu memompa itulah mulai terasa hampir tibanya puncak kenikmatan. Sehingga akhirnya cairan sperma tidak bisa ditahan lagi, lalu disemprotkan keluar. Bersamaan dengan semprotan itu, terasa puncak kenikmatan paling tinggi dan itulah yang biasanya disebut orang sebagai orgasme.

Tiap ejakulasi terdiri atas 4 - 5 kali semprotan. Pada setiap semprotan itu terasa puncak puncak kenikmatan. Sesudah semprotan tidak ada lagi, kenikmatan akan menurun perlahan-lahan, sampai akhirnya hilang. Pada pria, akhir dari hubungan seks yang diketahui adalah ejakulasi, karena cairan sperma yang menyemprot keluar saat ejakulasi memang kasat mata. Orgasme sendiri jarang mendapat perhatian, karena hanya berupa gerakan-gerakan badan atau suara saja.

Namun sebenarnya ejakulasi dan orgasme terjadi bersamaan. Jadi, kalau bicara soal orgasme pada pria, berarti bicara tentang apa yang terjadi saat ejakulasi. Selain semprotan cairan sperma, timbul pula tanda di luar alat kelamin (extra genital), se perti hentakan pinggul yang makin cepat menerjang ke depan, sehingga ikut andil memberi dan menerima stimulasi seks di seluruh permukaan penis.

Sesaat sebelum cairan sperma disemprotkan, suami akan mengeluarkan suara. Ada yang mengerang, ada pula yang langsung memberi tahu istri, bahwa cairan sperma akan segera disemprotkan. Maksudnya, supaya istri siap-siap menyambut. Semprotan pertama pun keluar, diiringi suara atau teriakan suami. Bila ejakulasi terdiri atas empat semprotan, suara teriakan bisa saja terdengar empat kali. Sesudahnya timbul rasa lemas. Orgasme pun selesai.

ORGASME DELAPAN KALI

Berbeda dengan pria, wanita tidak menyemprotkan cairan saat mengalami orgasme. Jadi, puncak kenikmatan yang didapat hanya berdasarkan perasaan. Yang terjadi pada kelamin hanyalah kontraksi otot vagina. Ketika tercapai puncak kenikmatan, secara otomatis akan terjadi kontraksi otot vagina yang menjepit penis.

Sesudahnya kenikmatan akan turun-naik seperti gelombang dan otot vagina pun berkontraksi sesuai dengan puncak kenikmatan. Kemudian kenikmatan akan menurun secara berangsur sampai akhirnya hilang. Pada wanita, bisa tercapai lebih dari satu kali orgasme, bisa 2 - 3 kali bahkan pernah ada wanita yang orgasme sampai delapan kali. Sesudah puncak pertama tercapai, kenikmatan menurun sedikit tetapi tidak hilang.

Selama suami belum ejakulasi (masih penetrasi), istri akan terus merasakan peningkatan kenikmatan, sampai akhirnya mencapai puncak kembali. Kadang, walaupun suami sudah ejakulasi, jika ereksi penis masih keras dan masih berada dalam vagina, istri masih bisa mencapai puncak lagi. Itulah enaknya wanita, selain tidak perlu menyemprotkan cairan, ia bisa mengalami orgasme beberapa kali untuk satu kali hubungan intim. Makanya disebut multiorgasme.

Gerakan-gerakan atau teriakan dari suami akan memberikan gairah seks yang lebih tinggi kepada istri. Demikian juga sebaliknya. Itu sebabnya, bila ejakulasi suami terjadi bersamaan dengan orgasme istri, keduanya dipastikan akan terhanyut dalam kenikmatan yang luar biasa, seolah-olah terbang entah ke mana perginya. Sepertinya, tidak ada lagi hal yang lebih nikmat, lebih enak, dan lebih menyenangkan daripada mengalami orgasme secara bersamaan.

Tetapi, sekali lagi, kondisi di atas merupakan kondisi ideal. Hanya suami yang dapat mengontrol ejakulasi yang mampu melakukannya. Istri pun harus pandai mengatur ritme peningkatan kenikmatan seksnya. Karena bersifat ideal, keadaan di atas pasti tidak selalu tercapai dalam setiap hubungan intim. Kadang suami terlalu cepat ejakulasi, sehingga istri tidak sempat mengejar orgasme. Sedemikian cepatnya, sehingga baru 2 - 3 dorong saja, bahkan ada yang baru menyentuh “pintu” vagina, cairan sperma sudah keluar.

Kadang suami bisa menahan ejakulasi sampai 10 dorong, lalu memberi tanda bahwa dia sudah dekat ejakulasi. Sehingga istri berusaha mempercepat goyangannya untuk mengejar orgasme. Jika suami tidak tahan, sehingga menyemprot sebelum istri mencapai orgasme, istri tentu akan kecewa. “Masa beberapa detik saja tidak bisa ditahan?” semprotnya penuh kemarahan. Kadang istri menganggap suami tidak mengerti kebutuhan pasangannya. Ujung-ujungnya istri bisa jadi akan uring-uringan, atau marah-marah tanpa sebab.

Lain kali, jika suami mengajak berhubungan seks lagi, si istri mungkin akan menolak dengan halus maupun kasar, dengan mengedepankan berbagai alasan. Perasaannya sudah pesimis. Untuk apa berhubungan intim kalau hanya bikin pusing kepala? Sebaliknya, ada juga istri yang terlalu lama mencapai orgasme. Suami sudah ereksi dengan keras dan bisa mengontrol ejakulasi sampai lama sekali, namun istri belum bisa orgasme juga. Karena suami sudah terlalu lelah dan ereksi sudah susah dipertahankan karena tenaga sudah habis, akhirnya terpaksa suami menyemprotkan cairan spermanya.

Namun setelah sperma di semprotkan, istri ternyata belum bisa orgasme juga. Kalau keadaan tersebut terjadi berulang-ulang, suami tentu merasa tidak puas. Sementara si istri sendiri merasa bingung mengapa hal itu bisa terjadi. Dia tahu suaminya sudah bekerja keras, namun kok orgasme tidak kunjung tiba. Ini akan menimbulkan kekecewaan berulang-ulang, sehingga membuat istri stres berkepanjangan. Akibatnya, terjadilah macam-macam hal yang bisa membahayakan keutuhan rumahtangga.

DIAWALI NGOBROL MESRA

Makanya, yang ideal, suami istri mestinya berusaha untuk mencapai kepuasan puncak atau orgasme bersama sama. Untuk sama-sama mencapai puncak kenikmatan itu, suami dan istri membutuhkan komunikasi, kerja sama, serta persiapan yang cukup. Mereka perlu saling mengenal satu sama lain, terutama dalam hal kehidupan seks mereka.

Suami perlu tahu bagaimana cara mencumbu istri secara tepat sehingga kenikmatan seks-nya cepat meningkat. Istri perlu juga mengetahui bagaimana membuat suami terus bergairah, bersemangat mencumbui istri dan sekaligus kenikmatan yang didapat juga meningkat. Untuk itulah suami dan istri perlu sama-sama belajar satu sama lain serta bekerja sama untuk mendapatkan orgasme bersamaan.

Ada beberapa cara untuk mencapai kondisi ideal tersebut.

Pertama, perhatikan kondisi fisik dan jiwa. Kesehatan dan kebugaran fisik mutlak perlu untuk mendapatkan kenikmatan seksual yang tinggi. Kalau tubuh tak segar, libido atau keinginan seks tidak akan keluar, sulit ereksi atau terangsang. Jiwa juga harus senang, lebih baik lagi bila sudah rindu kepada pasangan. Bila sedikit ada perasaan tidak senang, libido bisa turun, sehingga ereksi dan rangsangan tidak meningkat.

Kedua, soal komunikasi. Pasangan suami-istri tidak selamanya berada dalam kondisi sempurna. Kadang secara fisik sangat lelah atau mengantuk. Jadi yang penting asal terjadi hubungan seks. Namun, sekali-sekali suami-istri tentu ingin hubungan seks yang sempurna. Libido yang kuat, cumbuan yang lengkap, dan orgasme yang tinggi serta bersama-sama. Untuk itu perlu di komunikasikan sebelumnya dengan pasangan. Bisa diawali dengan ngobrol romantis dulu.

Ada juga suami-istri yang bertemu sekali seminggu karena pekerjaan yang melelahkan atau jarak kantor dan rumah terlalu jauh. Mereka berhubungan seks hanya setiap hari Sabtu siang, sore, malam, atau hari Minggunya. Jadi, pada hari Jumat, mereka sudah ngobrol mesra (boleh juga agak jorok) sebagai persiapan “acara” besoknya. Dengan demikian, suasana untuk mencapai orgasme yang sempurna telah terbentuk sebelumnya.

Ketiga, perhatikan waktu, tempat, dan kondisi. Untuk mendapatkan hubungan seks yang sempurna, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim terlalu larut malam, sehingga perasaan masih segar dan tidak mengantuk. Pun agar besoknya tidak harus terburu-buru berangkat kerja. Atau, istri harus bangun pagi dalam keadaan masih mengantuk. Jadi, perasaan sebelum memulai hubungan intim harus benar-benar tenang.

Soal tempat sebenarnya tidak masalah. Yang penting, jangan ada yang mengganggu dan suasana sekitar benar-benar sepi. Sekali-sekali pergi ke tempat khusus, misalnya hotel, tempat istirahat, dan lain-lain. Tempat-tempat baru dan istimewa itu bisa memberi rasa segar dan ingin menikmati seks yang segar pula.

Keempat, hangatkan suasana lebih dahulu. Misalnya saat menonton teve, sudah mulai saling meraba untuk menunjukkan Anda sudah kepingin berhubungan seks, sekaligus untuk mendorong gairah pasangan. Sebagian orang suka merayu seksual, misalnya dengan mengatakan, “Cantik sekali payudaramu, nanti saya gigit biar nikmat luar biasa.” Dengan cara demikian, istri akan lebih cepat bergairah lalu membalas rayuan ataupun rabaan suami.

Bila dua-duanya sudah siap, ajaklah pasangan ke kamar tidur. Bila tidak ada orang lain di rumah, mungkin lebih enak melakukannya di kamar duduk. Bila lantai Anda pakai karpet yang cukup tebal, di lantai juga bagus. Perasaan akan lebih romantis, karena di ruangan besar dan rasanya ganjil.

Sebagian orang suka menonton blue film. Ini juga bagian dari peningkatan gairah. Teknik di blue film itu tidak perlu selalu ditiru. Yang penting tahu bagaimana caranya membangkitkan gairah seks pasangan. Bila sudah selesai bercumbu, pakaian dilepas sampai benar benar terlepas semuanya, agar tidak mengganggu kontak secara menyeluruh. Upayakan lampu kecil menyala. Jangan gelap. Dengan demikian, pasangan bisa saling menikmati semua gerak-gerik dan reaksi, sekaligus menambah gairah.

CUMBUAN MENYELURUH

Upayakan suami mencumbu sebagian besar tubuh istri. Jangan terbatas hanya organ seks seperti payudara dan vagina saja. Tetapi selengkap mungkin seperti leher, perut, paha, pinggul dan lain-lain. Dengan cara demikian gairahnya akan benar-benar meningkat. Hal ini perlu supaya istri benar-benar sudah terangsang tinggi sebelum penetrasi.

Selama foreplay, diharapkan istri memegang alat vital suami. Tetapi bagi suami yang cepat ejakulasi atau yang ejakulasinya susah dikontrol, sebaiknya istri hanya memegang tanpa menggerakkan tangannya. Ini penting supaya gairah suami tetap tinggi tanpa membuatnya lebih cepat ejakulasi.

Bila istri sudah siap dan suami sudah ereksi keras, biasanya istri akan meminta untuk dipenetrasi. Kalau istri tidak meminta, sebaiknya suami menanyakan apakah istri sudah ingin dipenetrasi. Paling sedikit, suami sudah melihat tanda-tanda semisal gerakan, erangan yang menunjukkan dia sudah siap dipenetrasi. Hal ini perlu karena istri lebih mudah mengontrol orgasme.

Kalau sudah orgasme, tetapi suami belum ejakulasi, istri biasanya bisa mengulang orgasme pada saat suami ejakulasi. Sebaliknya, bila suami sudah ejakulasi, ia tidak bisa mengulangnya dalam waktu singkat. Kalaupun suami bisa mengulang ejakulasi, maka hubungan seks harus dimulai dari awal.

Bila hampir mendekati puncak, upayakan beritahu pasangan. Tak harus dengan kata-kata, bisa juga dengan tanda-tanda, misalnya istri dengan mengerang, menutup mata lalu menggoyang-goyang badan. Sedangkan suami bisa dengan memberi tanda lewat teriakan- teriakan kecil dan goyangan atau hentakan yang makin cepat. Pada saat bersamaan, suami dan istri memfokuskan perasaan dan pikiran serta geraknya untuk menuju puncak. Dengan beberapa hentakan, suami pun ejakulasi. Pada saat yang sama istri mengalami orgasme pertama setelah klitorisnya terus menerus terstimulasi pangkal penis suami.

Jika suami masih ereksi juga, kadang istri tenang sebentar, menciumi suami, menggoyang badannya, sehingga tercapailah orgasme kedua.

Tidak susah, ‘kan? ***