Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Kabar Meninggalnya Kiper Vietnam cuma HOAX



Berita tentang SEA Games akhir-akhir ini memang begitu deras di berbagai media massa baik berupa Koran, Majalah Sport, TV, dan yang tidak kalah menarik adalah berita SEA Games 2011 di Internet.
Baru-baru ini dikabarkan bahwa Kiper Timnas U23 negara Vietnam meninggal dunia saat bertanding melawan Indonesia diajang semifinal Sepakbola SEA Games 2011 di Gelora Bung Karno Jakarta. Kabar ini secara serentak menjadi kabar paling panas di berita sport akhir-akhir ini. Namanya juga buat sensasi, maka berita sekecil apapun pasti akan memancing untuk dibaca.
Lalu siapa nama Kiper TimNas U23 negara Vietnam yang dikabarkan meninggal dunia tersebut ? Namanya adalah Tran Buu Ngoc. Pada saat pertandingan berlangsung, Tran Buu Ngoc memang mengalami kecelakaan. Kepala kiper timnas U23 Vietnam tersebut sempat mengalami cidera leher akibat salah posisi terjatuh saat mengantisipasi bola silang dari tendangan sudut. Anggapan bahwa Tran Buu Ngoc meninggal dunia masih belum ada informasi yang akurat. Tapi yang jelas, kabar tersebut hanya HOAX. Kabar ini tersebar melalui pesan singkat BBM. Berita HOAX yang tidak bertanggung jawab.
Berikut adalah alur pertandingan Indonesia melawan Vietnam diajang Semifinal SEA Games 2011 :

Indonesia sebagai tuan rumah di ajang SEA Games ini perlu mendapat acungan jempol karena Klasement sementara Indonesia menang dengan menyabet medali emas tertinggi. Indonesia juga menampakkan semangatnya pada Olahraga Sepak bola pada Semi Final. Saat pertandingan tersebut, Indonesia langsung mendapat peluang di menit ke-3. Tendangan bebas Egi Melgiansyah mampu ditanduk oleh Diego Michiels. Namun apa yang dilakukan Indonesia oleh pemain Egi Melgiansyah tersebut masih terlalu lemah dan dikuasai dengan mudah oleh kiper Vietnam yaitu Tran Buu Ngoc yang dikabarkan meninggal dunia di forum-forum seperti Kas-Kus.

Serangan kembali dilancarkan oleh Indonesia pada menit ke-18. Umpan silang Hasim Kipuw menemui Okto Maniani di tiang jauh. Pemain dengan postur tubuh mungil namun gesit tersebut mampu melepaskan tendangan ke gawang Vietnam yang dijaga oleh Tran Buu Ngoc. Namun yang dilakukan oleh Okto mampu ditahan oleh Kiper Vietnam dengan kakinya.

Serangan demi serangan yang dilakukan oleh Indonesia sangat membuat greget. Satu menit berselang, Egi mampu melancarkan serangan lagi ke gawang Vietnam, namun sayang, serangan tersebut kembali mampu ditahan oleh kiper Vietnam meski bola sempat membentur salah satu pemain mereka. Menit ke-24, Giliran Titus Bonai melakukan tendangan ke gawang dari sisi sebelah kiri namun lagi-lagi ditahan oleh kiper Vietnam tersebut.
Giliran Vietnam melakukan serangan balik yang pertama di menit ke-37 dan lolos dari jebakan offside. Truong Huynh Phu mampu menendang bola ke arah gawang Indonesia yang dijaga oleh Kiper Kurnia Meiga namun gagal menjebolnya.



Di menit ke-50, Egi Melgiansyah kembali menunjukkan aksinya dengan melakukan sundulan dari sebuah umpan sepak pojok, namun Kiper Vietnam, Tran buu Ngoc berhasil menangkapnya.
Walaupun serangan demi serangan yang dilakukan oleh Indonesia begitu banyak mendapat kesempatan, namun Skor 0-0 bertahan hingga habis babak pertama.
Babak kedua berlangsung. Tibo pemain Indonesia pada menit kedua sebenarnya sangat berpotensi mendapat Gol kalau tidak melebar. Berhasil menggiring bola dari lapangan tengah, Tibo tinggal berhadapan dengan kiper Vietnam. Peluang emas ini harusnya mendapatkan GOL, namun sayang, lagi-lagi Kiper Vietnam Tran Buu Ngoc berhasil mencegahnya.

Di menit ke-54, Indonesia dihadapkan pada posisi yang sulit. Sebuah aksi yang dilakukan oleh pemain Vietnam, Nguyen Van Quyet berhasil mengelabui dua pemain Indonesia. Tembakan keras ke arah gawang Indonesia berhasil dicegah untuk masuk.
Selanjutnya, dimenit ke-60, Patrich Wanggai mampu menjebol gawang Vietnam melalui tendangan bebas. Tendangan yang dilakukan oleh Patrich Wanggai memang tidak terlalu keras, namun kiper Vietnam tidak mampu menangkap laju bola sehingga GOL didapatkan.

Foto Kiper Vietnam Tran Buu Ngoc yang Meninggal Dunia KABAR HOAX = Kiper Timnas U23 Vietnam Meninggal Dunia di SEA GAMESMenit ke-75, tendangan Tibo kembali dilancarkan namun sayang, tidak mengarah tepat ke kiper Vietnam. Tiga menit setelah Tibo melancarkan aksinya, kembali pemain Egi Melgiansyah mampu membuat Kiper Vietnam terkecoh. Lagi-lagi, tembakannya dari dalam kotak penalti masihi mampu ditahan oleh Kiper Vietnam yaitu Tran Buu Ngoc.
Titus Bonai akhirnya mampu mencetak gol kedua untuk timnas U-23 Indonesia di menit ke-88. Tibo adalah pemain indonesia yang Kidal. Dia menggunakan kaki kirinya untuk menendang bola dan mengenai salah satu pemain Vietnam akhirnya mengecoh kiper Tran Buu Ngoc.

Walaupun sudah unggul 2-0, Indonesia tidak menyerah begitu saja. Tendangan keras Wanggai di kotak penalti hampir menjebol gawang Vietnam yang dijaga oleh Tran Buu Ngoc, namun sayang bola mengenai salah satu pemain Vietnam.
Alur pertandingan Sepak Bola yang begitu mengesankan. Sepak Bola adalah sebuah ajang olahraga yang sangat dibanggakan selain olahraga lainnya seperti Bulu Tangkis atau badminton, Renang, Tennis, dan olahraga lainnya.

Kabar HOAX seperti kabar tentang Kiper Timnas U23 Vietnam Meninggal Dunia di SEA GAMES 2011 memang bisa jadi sebagai sebuah berita yang paling banyak dicari kebenarannya, namun sepatutnya kita tidak langsung percaya begitu saja dengan berita tersebut sebelum diklarifikasi lebih lanjut. Buktinya, Kiper Vietnam yang bernama Tran Buu Ngoc tersebut hanya Cidera Leher saja dan sedang dalam perawatan medis.

Minggu, 23 Oktober 2011

Marco Simoncelli Meninggal Dunia

Berita duka datang dari MotoGP, pembalap Marco Simoncelli akhirnya meninggal dunia dalam balapan yang berlangsung di GP Malaysia akhir pekan ini.

Simoncelli terlibat kecelakaan serius dengan Colin Edwards saat memasuki tikungan turn 11. Insiden dengan Edwards itu membuat Simoncelli tidak sadar diri di tengah lintasan karena terhantam motor Edwards setelah sebelumnya tergelincir saat bertarung dengan Alvaro Bautista. Terlebih setelah helm yang dikenakannya terlepas.

Setelah mendapat perawatan serius dan intensif oleh tim medis, nyawa Simoncelli akhirnya tidak tertolong lagi. Akibat kecelakaan ini, balapan di GP Malaysia harus dibatalkan.

Kamis, 07 April 2011

Piala Indonesia

Agenda Piala Indonesia (PI) 2011 direvisi total. Kick-off  PI molor hingga Juni, karena harus menunggu proses suksesi kepengurusan PSSI periode 2011-2015 selesai.

Agenda memang PI berantakan. Kick-off  PI tak sesuai rencana awal. Semua karena pengurus baru PSSI baru terbentuk 20 Mei. Sehari lebih cepat dari deadline FIFA. Sebelumnya babak 32 besar PI direncanakan 13-24 Mei.

Asumsinya, proses suksesi kepengurusan PSSI berjalan normal. Setelah melalui tahap pertama Kongres 26 Maret, anggota bisa menggelar Kongres Pemilihan pada 29 April. Namun, Kongres 26 Maret dibatalkan dan hampir menyisakan sanksi.

FIFA akhirnya hanya membekukan kepengurusan Nurdin Halid dan membentuk Komite Normalisasi PSSI dengan Agum Gumelar sebagai ketuanya. ”Kami harus mengukur psikologi pelaku pertandingan. Kick-off mungkin baru dilakukan awal Juni. Liga (PT Liga Indonesia) tidak ingin meninggalkan masalah bagi pengurus baru,” ungkap CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.

Mundurnya tata waktu kick-off diperkirakan akan berpengaruh terhadap ending rivalitas. Seandainya babak 32 besar dimulai normal di pertengahan April, PI akan selesai September. Sebab, babak 32 besar akan memakai sistem home tournament.

Rincian, pesertanya adalah 15 klub Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama 2010/2011, lalu sisanya berasal dari finalis Divisi I. Sistem home tournament berlaku di babak 16 besar dengan rencana tata waktu akhir Juni atau awal Juli. Mereka harus menunggu ISL selesai pada Minggu (19/6/2011).

”Kami memilih menunggu kepengurusan baru terbentuk dulu. Kami saat ini belum tahu apa yang akan terjadi lagi ke depan. Mengelola proses pergantian pengurus kali ini tidak mudah. Liga tetap tidak mau menggadaikan kualitas PI dengan perencanaan tidak matang,” lanjut pria yang juga anggota Komite Normalisasi PSSI.

Berubahnya tata waktu kick-off juga berpengaruh terhadap drawing atau agenda lain yang menyertainya. Sebelun babak awal digelar, Liga harus membagi 32 klub dalam delapan grup. Memakai sistem home tournement, Liga juga harus memastikan kesiapan venue.

Liga sempat mengisyaratkan klub yang musim lalu lolos ke babak 8 besar berpeluang sebagai tuan rumah. Namun, Liga tetap memiliki pertimbangan sebaran persaingan menurut peta geografis. Saat drawing, Liga juga memberi kesempatan pada klub lain untuk mengajukan bidding tuan rumah.

”Kami belum tahu kapan drawing dan technical meeting akan dilakukan. Nanti akan disesuaikan dengan kepastian kick-off. Jarak waktunya harus ideal untuk memudahkan tuan rumah menyiapkan venue pertandingan. Untuk ending PI, kami berharap tidak terlalu molor,” ujarnya.

Berubahnya ending kompetisi berpengaruh terhadap beban pendanaan bagi klub. Bukan hanya itu, tim yang lolos ke fase knock out memiliki waktu persiapan terbatas untuk musim kompetisi berikutnya. Mengacu kompetisi musim ini, kick-off ISL dimulai September lalu Divisi Utama pada November.

Sekretaris Tim Persija Ferry Indra Syarief mengatakan, klub tetap mematuhi regulasi Liga. Tambahan kontrak mayoritas pemain yang berakhir Agustus akan dilakukan. ”Beban kami bertambah, tapi akan diikuti semuanya. Rata-rata kontrak pemain melebihi jadwal ISL. Rata-rata selesai Agustus, tapi ada juga yang berakhir September. Nantinya Persija akan meminta perpanjangan kontrak,” tandasnya.