Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

Dena Rachman


 Anda ingat dengan Renaldy artis cilik pembawa acara di Krucil yang ada di televisi swasta pada tahun 1990an? Nah Reynaldi sekarang sdang menjadi perbincangan yang hangat di forum-forum di dunia maya mapun situs-situs di internet karena dikabarkan telah merubah kelaminnya dari laki-laki menjadi perempuan dan namanya pun diubah dari Renaldy menjadi Dena Rachman

Menurut kabar yang beredar Renaldy aka Dena Rachman melakukan operasi pergantian kelamin di negara Thailand. 






Dalam cerita sebelumnya, Dena Rachman yang dulu dikenal sebagai penyanyi cilik Renaldy mulai berani dan nyaman menunjukkan jati dirinya sebagai seorang transgender. Saat kuliah, ia pun mulai 'berani' mengubah penampilan.

"As I told you, I always feel something different since I was little. But, I made the final decision since I graduate from high-school and starting to change since college," ujar mantan presenter Krucil di SCTV itu kepada Detikhot.

Lantaran merasa diterima lingkungan, artis kelahiran Jakarta, 30 Agustus 1987 itu pun senang. Ia tampil feminin layaknya perempuan kebanyakan dari mulai pakaian, dandanan dan lainnya.

Dena yang merupakan lulusan Jurusan Komunikasi, Universitas Indonesia itu mengisahkan, awalnya tak mudah bagi keluarganya untuk menerima dirinya yang seorang transgender. Bahkan sempat pula dengan berbagai cara mereka meyakinkannya untuk kembali 'normal'.

"Ya awalnya mereka pasti shock-lah, namanya juga orangtua pasti punya pengharapan yang ideal terhadap anak-anaknya. Awalnya mereka mencoba berbagai cara untuk meyakinkan aku untuk tidak menjadi seperti ini," kisah artis yang kini tengah menempuh studi pascasarjana di University of Bologna, Italia itu.




Setelah diyakinkan, lambat-laun pihak keluarga Dena pun mulai mengerti dengan keadaannya. Hingga pada akhirnya ia mengaku mendapatkan dukungan atas keputusannya tersebut.

"They are my family. They will be there no matter what. Ya, mereka adalah keluargaku yang membanggakan yang mendukung penuh keputusanku. Even my extended family, they are proud of me," jelasnya.




Dukungan serupa juga didapatkan Dena dari para sahabatnya. Kalau pun ada yang tak suka, itu bukan karena dirinya telah berubah penampilan, melainkan lebih karena prasangka orang atas sifat pribadinya.

"Banyak teman aku yang awalnya nggak suka sama aku. Bukan karena aku transgender, tapi kata mereka aku sombong. Tapi begitu mereka kenal aku dan jadi dekat, mereka berubah pendapat. I always love to cheer my friends up, to make them happy, make funny jokes. So, nggak pernah ada di hidup aku kalau aku dijauhin atau di-bully," tandasnya panjang lebar.

Selasa, 01 November 2011

Asteroid Mendekati Bumi November 2011

“2005 YU55 adalah salah satu dari 874 asteroid yang dekat dengan bumi, dan jika ingin menabrak bumi akan cukup kuat untuk menghancurkan sebuah kota.”

Stellarium Data:




compare with Aircraft Carrier (ilustrasi)
ID                                   : 2005 YU55

Magnitude                     : 24.76

Absolute Magnitude     : 21.90
RA/DE (j2000)               : 7h 59m 59.3s / +21º 07′ 29.3”
RA/DE (of date)             : 8h 00m 39s / +21º 05′ 36″
AZ/Alt                             : +192º 09′ 28″ / +61º 48′ 22″

Distance                         : 1.18800789AU


Bumi kembali akan kedatangan sebuah benda luar angkasa di awal bulan November 2001 ini, kabarnya benda luar angkasa tersebut sebesar Kapal Induk.
Sebongkah asteroid yang berukuran kira-kira sebesar kapal induk, akan melewati antara Bumi dan Bulan pada hari Selasa, 8 November mendatang pada pukul 23:30 UTC, dengan jarak hanya 250.000 kilometer dari Bumi! Atau jauh lebih dekat dari jarak Bulan.

Asteroid yang dikenal sebagai 2005 YU55 aelama ini mengorbit mengelilingi Matahari.
Namun ini adalah posisi yang terdekat dengan Bumi dalam 200 tahun terakhir dan akan datang lebih dekat ke Bumi sejak 35 tahun terakhir.
“Asteroid ini akan menjadi objek angkasa berukuran besar pertama yang melintas dekat Bumi sejak 1976,” pungkas Lance Benner, ilmuwan riset NASA.
Asteriod ini sebelumnya pernah melintas dengan jarak pendek pada tahun 1976, tetapi sebagian besar kehadirannya tanpa disadari semua orang, termasuk NASA.
Asteroid 2005-YU55 
Asteroid 2005 YU55 memiliki ukuran 1300 kaki atau 400 meter. Asteroid ini Ditemukan pada Desember 2005 oleh program Spacewatch di Universitas Arizona di Tucson. Karena ukuran dan karakter orbitalnya, para astronom memasukkan asteroid ini ke dalam daftar asteroid yang memiliki potensi bahaya.

2005 YU55 between Earth and Lunar

“YU55 tidak menimbulkan ancaman tabrakan dengan Bumi, setidaknya seratus tahun mendatang,” kata Don Yeomans, Direktur Kantor Program Objek Dekat Bumi, NASA.
“Pada jarak yang terdekat, efek gravitasi di Bumi akan sangat kecil. Ini tidak mempengaruhi pasang surut atau apa pun,” imbuhnya.
Apalagi, asteroid itu pada November nanti diperkirakan tujuh kali lebih dekat dengan Bumi dari sebelumnya. Tidak heran jika para astronom mengharapkan gambar yang sangat rinci.

Para peneliti ingin mengetahui detail komposisi mineral dari asteroid tersebut. YU55 ditengarai sebagai asteroid tipe C yang dianggap mewakili bahan purbakala tata surya.
Dari objek ini, peneliti berharap bisa menyelidiki, mendokumentasikan dan mengukur asteroid dengan lebih tepat lagi sehingga bermanfaat banyak bagi manusia di masa mendatang.


Sekarang astronom akan memiliki kesempatan lain dari sebuah ‘pertemuan’ yang lebih dekat tentang kehadiran asteroid tersebut pada hari Selasa, 8 November, yang diperkirakan hadir pada pukul 23.30 (UTC) waktu setempat. Demikian yang dilansir melalui Telegraph, Senin (31/10/2011).
Asteroid ini tidak akan terlihat dengan mata telanjang tetapi astronom amatir mempunyai kesempatan yang baik untuk menangkap sekilas asteroid yang melintas tersebut, asalkan mereka memiliki teleskop setidaknya dengan diameter 6 inci.
Asteroid 2005 YU55 berputar perlahan. Pusat Pengamat Planet Minor di Cambridge, Amerika Serikat memperkirakan, asteroid yang membawa sejumlah materi radioaktif itu akan datang dari arah selatan Bumi.
“Kami berharap untuk mendapatkan gambar untuk mengungkapkan banyak detail tentang fitur permukaan asteroid, bentuk, dimensi dan sifat fisik lainnya,” ujar pihak juru bicara NASA.

Animasi Lintasan 2005 YU-55 yang melewati antara Bumi dan Bulan




Ulasan Singkat Tentang Asteroid
Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkankoma (“ekor”) sementara asteroid tidak.



asteroids



Sejarah Tentang Asteroid 

Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.


Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen.
Di antara planet-planet tersebut, 13.350 memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA (3360 Syrinx); planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto), yaitu 129342 Ependes .
Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan diameter 900-1000 km.
Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis)

Big Asteroid Belt atau Sabuk Besar Asteroid ada diantara Mars dan Jupiter yang terdiri dari ribuan asteroid.

Big Asteroid Belt atau Sabuk Besar Asteroid ada diantara Mars dan Jupiter yang terdiri dari ribuan asteroid.
Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg, atau kurang lebih 4% dari massa bulan.
Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%) dan 10 Hygiea (3%), perkiraan ini menjadi 51%.
Tiga asteroid seterusnya adalah: 511 Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%) dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalnya.
Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid Ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl. 

Sumber : wikipedia dan sumber lainnya

Minggu, 08 Mei 2011

Fenomena Asteroid 2011

Asteroid 2005 YU55 ditemukan oleh teropong Spacewatch di Lunar and Planetary Laboratory di University of Arizona, Tucson, pada 28 Desember 2005. Benda angkasa berukuran sekitar 400 meter ini terus bergerak menuju ke arah Bumi.



“Diperkirakan, 2005 YU55 akan mencapai titik terdekat dengan Bumi pada 8 November. Fenomena ini sangat tidak lazim karena ia begitu dekat dan besar,” kata Don Yeomans, Manager of NASA’s Near Earth Object Program Office and the Jet Propulsion Laboratory (JPL), Pasadena, California.

Secara rata-rata, kata Yeomans, seperti dikutip dari Space, 13 April 2011, benda sebesar itu tidak akan melintas dalam jarak sedekat ini (diperkirakan akan mencapai 0,85 lunar distance atau sekitar 326.400 kilometer) setidaknya dalam kurun 30 tahun.

Asteroid 2005 YU55 merupakan asteroid yang berputar secara lambat. Melihat ukuran dan dekatnya jarak dengan Bumi, para peneliti dari Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, memberi kategori “asteroid yang berpotensi berbahaya” pada batu luar angkasa itu.

“Saat ini kami sudah mempersiapkan kedatangan 2005 YU55,” kata Lance Benner, peneliti spesialis radar imaging of near-Earth objects asal JPL. “Asteroid ini mendekat dari arah selatan, dan ia akan diamati menggunakan radar yang ada di Puerto Rico dan Goldstone, California,” ucapnya.

Melintasnya asteroid dengan magnitude sebesar dan seterang ini, sebut Benner, merupakan yang terdekat sejak tahun 1976 dan hingga tahun 2028 mendatang. “Sebenarnya, tahun 1976 lalu ada asteroid 2010 XC15 yang melintas lebih dekat yakni dalam jarak 0,5 lunar distance, namun tidak ada yang melihatnya,” ucap Benner.

Asteroid itu sendiri baru terdeteksi keberadaannya pada akhir 2010 lalu.

Benner menyebutkan, saat melintas, 2005 YU55 sendiri akan terlalu dekat dengan Matahari sehingga sulit untuk dilihat. Namun, sore hari pada 8 November (Universal Time), diperkirakan sudut antara Matahari dengan asteroid itu akan mencukupi hingga membuat objek itu bisa dilihat.Apalagi, asteroid itu pada November nanti diperkirakan tujuh kali lebih dekat dengan Bumi dari sebelumnya. Tidak heran jika para astronom mengharapkan gambar yang sangat rinci.
“Pada 9 November, asteroid itu bisa mencapai magnitude 11 selama beberapa jam sebelum memudar karena jaraknya semakin jauh,” ucap Benner.

Jumat, 11 Maret 2011

Fenomena Supermoon 2011

Sabtu pekan depan, 19 Maret 2011, bulan akan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi dalam kurun waktu 18 tahun terakhir--hanya sekitar 221.567 mil atau 356.578 kilometer. Fenomena mendekatnya bulan ke bumi itu disebut 'lunar perigee'. Tapi ada juga astrolog yang menyebutnya 'supermoon'.

Di sejumlah media terkemuka internasional, isu supermoon kini mengemuka. Apalagi, fenomena itu dikait-kaitkan dengan ancaman sejumlah bencana seperti gelombang pasang, letusan gunung berapi, bahkan gempa bumi.

Para penganut teori konspirasi bahkan mengatakan, tsunami Aceh 2004 yang merenggut lebih dari 200 ribu nyawa terjadi dua minggu sebelum supermoon 2005. Begitu juga dengan bencana angin siklon Tracy yang menyapu Darwin Australia di tahun 1974.



Benarkah supermoon akan membawa bencana bagi bumi?

"Kabar menghebohkan itu tidak ilmiah, ada bumbu-bumbunya. Supermoon tidak berarti bencana," kata astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, kepada VIVAnews.com.

Posisi bulan mendekati bumi, tambah dia, hanya akan berpengaruh pada efek pasang surut. "Rata-rata maksimal tergantung kondisi pantainya."

Dijelaskan Thomas, fenomena lunar perigee bukanlah hal yang istimewa. "Itu hanya posisi reguler. Orbit benda langit memang ada di jarak terdekat (perigee) dan terjauh (apogee)," tambah dia.

Namun, Thomas juga mengakui fenomena yang akan terjadi seminggu lagi itu tak biasa. "Istimewanya, kebetulan waktunya dekat dengan bulan purnama," kata Thomas. Dijelaskan pada 19 Maret, fenomena lunar perigee yang memiliki siklus sekitar 27,3 hari terjadi bersamaan dengan bulan purnama yang muncul tiap 29 hari.

Selama terjadi lunar perigee dan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama.

Pendapat Thomas senada dengan para astronom lainnya. Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy juga membantah anggapan bahwa supermoon bakal membawa bencana. "Tak akan ada gempa bumi atau gunung meletus," kata dia seperti dimuat News.com.au, Jumat, 4 Maret 2011. "Kalau memang itu terjadi, itu sudah ditakdirkan."

Kata dia, saat itu bumi memang akan mengalami pasang lebih tinggi dan surut lebih rendah dari biasanya. "Tak ada yang perlu dikhawatirkan," tambah Wheeler.

Sementara itu, pakar bumi dan planet dari Adelaide University, Dr. Victor Gostin punya pendapat agak berbeda. Dia mengatakan, selama ini prediksi cuaca, gempa, gunung meletus, dan bencana alam lainnya berdasarkan konfigurasi planet tidak pernah akurat sepenuhnya. Namun, menurut dia dimungkinkan ada suatu korelasi antara gempa bumi berskala besar di dekat katulistiwa dan kondisi bulan. "Analoginya seperti pasang surut air laut, pergerakan bumi akibat gravitasi bulan bisa memicu gempa bumi."