Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Khadafi Sempat Memohon Agar Tak Ditembak

 Kolonel Muammar Khadafi, pemimpin Libia yang digulingkan, tewas dengan luka tembak di kepala dan kakinya. Sebuah video saat Khadafi terluka ditayangkan Al Jazeera. Khadafi dengan berlumuran darah di wajahnya terlihat masih hidup. Tubuhnya yang sudah lemah diseret sejumlah tentara.

Khadafi sempat memohon kepada tentara revolusioner agar tidak 
ditembak. "Jangan tembak. Jangan tembak!".

Khadafi yang terluka tampak bingung. Ia pun menanyakan ke tentara yang menawannya. "Apa yang sudah saya lakukan kepada kalian?".

Cuplikan video itu juga memperlihatkan Khadafi yang didorong ke sebuah mobil. Dan seseorang menghantamkan sebuah pistol ke kepala Khadafi, Jumat (21/10).

Sementara itu, video yang lain menunjukkan tubuhnya yang berlumuran darah diseret melalui jalan-jalan kota kelahirannya, Sirte. Khadafi tampak bertelanjang dada.

Konfirmasi kematian Khadafi ini memicu puluhan ribu warga turun ke jalan untuk merayakannya. Tembakan perayaan terdengar di ibukota, Tripoli dan mobil-mobil membunyikan klaksonnya. Sejumlah warga yang berkumpul saling memeluk satu sama lain.

Seperti diketahui, pria yang memerintah Libia selama empat dekade ini ditangkap dari tempat persembunyiannya di selokan. Berbagai media massa internasional, Kamis (20/10), melaporkan Khadafi tewas tertembak saat pasukan pemberontak menyerang lokasi persembunyiannya di Sirte.

Kepala dan kakinya diberondong peluru oleh pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC). Pada saat kejadian ia tengah berusaha mengamankan diri dari serangan udara pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)



Sumber : liputan6

Sabtu, 22 Oktober 2011

Kisah Sukses Dahlan Iskan


Dahlan Iskan lengkap sudah setelah ia dipercaya oleh presiden SBY menjadi Menteri BUMN. Dahlan Iskan lahir pada tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur. Paling tidak inilah yang tertera di ijazahnya karena mengenai tanggal lahir ini ada cerita unik yang melatari munculnya angka ini, ternyata orang tua Dahlan Iskan tidak ingat tanggal berapa Dahlan kecil dilahirkan. Akhirnya Dahlan memilih tanggal 17 Agustus sebagai tanggal lahirnya supaya mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan republik Indonesia.

Dahlan Iskan kecil dibesarkan di lingkungan pedesaan dalam keluarga dengan kondisi serba kekurangan. Meski demikian desanya kental dengan nuansa religius, dalam bukunya 'Ganti Hati' Dahlan Iskan menceritakan bahwa saat ia kecil, ia hanya memiliki satu celana pendek satu baju dan satu sarung.

Dahlan Iskan memulai karirnya sebagai reporter pada surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976 ia kemudian menjadi wartawan majalah Tempo. Karirnya terus bekembang hingga pada tahun 1982, Dahlan Iskan berhasil memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.




Dahlan Iskan menjadi sosok pemimpin yang mampu merubah wajah Jawa Pos lama yang terpuruk dan hampir mati dengan hanya menghasilkan oplah 6.000 eksamplar, dengan tangan dinginnya dalam waktu 5 tahun Dahlan Iskan merubah Jawa Post menjadi perusahaan besar dengan oplah 300.000 eksamplar, 5 tahun setelah itu terbentuklah Jawa Pos News Network (JPPN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 80 surat kabar, tabloid dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Ia pun berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002 ia berhasil mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Akhir tahun 2009 Dahlan Iskan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prime Electric Power di Surabaya.

Berdasarkan pada laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) terhitung sejak 30 Maret 2011, Dahlan Iskan yang merupakan pemilik Grup Media Jawa Pos ini memiliki harta sekitar Rp.48,8 miliar. Harta ini terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 8,6 miliar, harta bergerak senilai Rp.2.5 miliar serta surat berharga, giro dan kas lainya

Kamis, 14 April 2011

Arifinto

M Irfan (Media Indonesia)Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Arifinto, mengaku telah menonton video porno melalui tablet saat sidang paripurna berlangsung. Arifinto pun meminta maaf secara terbuka.

“Saya titip ke masyarakat, saya minta maaf atas kejadian tersebut. Saya menerima banyak email sampah melalui BB dan Facebook, tapi saya langsung buang email tersebut,” kata Arifinto kepada okezone di Gedung DPR, Jumat (8/4/2011).

Arifinto juga enggan berspekulasi mengenai kejadian tersebut. “Tadi gambarnya sempat bergerak tapi tak tahu berapa lama karena langsung saya hapus,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, perilaku tidak terpuji kembali dipertontonkan anggota DPR. Dalam rapat paripurna pagi tadi, pewarta foto tak sengaja mendapati anggota DPR tengah asyik mengamati gambar porno melalu iPad.

M Irfan, pewarta foto harian Media Indonesia yang cermat mengabadikan tingkah nakal anggota dewan di parlemen Senayan. Dia berhasil menjepret tiga momen yang kesemuanya menunjukkan sang legislator yang diketahui bernama Arifinto (anggota Komisi V DPR) tengah asyik memainkan jari mengganti tiap halaman gambar porno.

Kamis, 07 April 2011

Gedung Baru DPR


Rapat pimpinan DPR akhirnya memutuskan melanjutkan pembangunan gedung baru DPR. Hanya Fraksi PAN dan Gerindra yang tegas menolak gedung baru ini. Sisanya? Penolakan cuma akrobat politik belaka.

"Penolakan yang kemarin disampaikan oleh beberapa anggota, bahkan ada yang mengatasnamakan fraksi, hanyalah 'akrobat' politik' dengan tujuan pencitraan semata," ujar pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya dalam keterangannya pada detikcom, Jumat (8/4/2011).

Yunarto menilai akrobat politik ini akan menjadi bumerang bagi yang bersangkutan. Mereka akan dilihat sebagai anggota DPR yang tidak peka dan sekaligus inkonsisten dalam perilaku dan perkataannya. 

"Persepsi negatif malah akan lebih tertuju pada fraksi yang berubah-ubah pendapatnya dibanding fraksi yang dari awal menyatakan setuju," terangnya.

Yunarto pun mengkritik DPR yang dinilainya telah mati rasa sebagai wakil rakyat. Penolakan kuat terhadap gedung baru yang seharusnya dianggap sebagai aspirasi hanya dianggap sebagai pandangan sekunder yang bisa dikesampingkan.

Dia pun meminta publik mewaspadai adanya 'multiplier effect' dari sisi anggaran pada tahun-tahun mendatang. Disetujuinya pembangunan gedung baru DPR berarti juga pengesahan adanya penambahan staf ahli DPR yang akan menambah beban anggaran.

"Hal ini harus ditolak, dan biarkan DPR membiayai sendiri penambahan staf ahli yang ada. Hal ini mengingat besarnya pendapatan yang sudah mereka terima dibanding anggota parlemen negara lain. Sebagai perbandingan, pendapatan anggota parlemen swiss hanya sekitar 1,5 kali dari pendapatan perkapita, sementara indonesia sekitar 20 kali pendapatan perkapita," kritiknya.

Desain gedung baru berbentuk gerbang yang mencerminkan filosopi anggota DPR yang berlatar bekalang beragam daerah dan budaya. Gerbang sebagai metafora dari harapan bagi kemakmuran bangsa Indonesia dengan dua pilar kokoh di atasnya serta dibuat berdasarkan kebutuhan ruang dan penataan ulang kawasan kompleks MPR/DPR/DPD.

Selain itu, gedung baru ini ditujukan untuk memfasilitasi kegiatan dalam kompleks DPR yang perlu diwadahi secara baik sehingga dapat menunjang kinerja Dewan.

Sedangkan lanskap kompleks DPR selalu menyertakan unsur air sebagai salah satu elemen pembentukannya. Selain sebagai elemen estetis, juga dipergunakan sebagai penghubung antara bangunan yang sudah ada dengan gedung baru dan cadangan air untuk keperluan darurat. Analoginya bahwa apa pun yang dilakukan DPR selalu mengalir, bermanfaat untuk rakyat Indonesia.

Selasa, 15 Maret 2011

Ledakan bom di Komunitas Utan Kayu

Bom buku yang dikirimkan untuk tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla memang berjenis low expossive. Namun operasi yang digunakan adalah asasinasi.

"Bom di dalam buku itu jenis penempatannya saja. Istilahnya booby trap dengan operasi asasinasi," kata mantan anggota Jamaah Islamiyah, Nasir Abas, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (15/3/2011).

Bobby trap adalah perangkap yang dirancang untuk membunuh atau melukai orang secara serius. Karena bentuknya perangkap, maka dibutuhkan umpan yang dirancang untuk memancing korban agar mau mendekat. Lalu umpan yang digunakan dalam kasus bom untuk Ulil adalah buku.

Dari wikipedia, booby trap yang mematikan sering digunakan dalam perang, khususnya perang gerilya. Perangkap ini dirancang untuk menimbulkan luka atau sakit. Terkadang perangkap juga digunakan oleh penjahat yang ingin melindungi obat-obatan terlarang atau properti lainnya.

"Kalau itu dibuka dalam jarak dekat, itu bisa melukai dengan serius. Misalnya tangannya putus atau bisa juga targetnya meninggal. Saya mengutuk peristiwa ini," tutur Nasir.

Dituliskannya nama, alamat dan nomor telepon si pengirim di amplop paket sudah pasti pendukung jebakan. Identitas yang dilampirkan kemungkinan besar palsu.

"Motif, tujuan, jaringan, saya tidak tahu. Kita serahkan ke polisi," tambah Nasir.

Menurutnya, membuat peledak semacam itu tidak sulit. Apalagi skala ledaknya kecil. Dengan sedikit pengetahuan, dalam waktu tidak lama bisa dibuat. "Itu sebenarnya mudah saja," kata dia.

Sementara itu, menurut pengamat intelijen, Wawan Purwanto, pengiriman bom kepada seseorang untuk mengirimkan pesan tertentu bukanlah hal baru. Beberapa waktu lalu, hal ini banyak dilakukan untuk meneror lawannya.

"Pengulangan selalu ada. Karena sejarah itu berulang, jadi tidak mengejutkan," ucap Wawan.

Disampaikannya, pelakunya minimal menguasai ilmu tentang bahan peledak, meskipun sangat dasar. Sebab tidak semua orang memahami bahan peledak.

"Untuk membuat campuran peledak bisa dipelajari. Misalnya seperti bahan untuk membuat petasan, atau bahan untuk mengebom ikan," kata Wawan.

Dia menambahkan, kewaspadaan masyarakat dan aparat harus ditingkatkan. Bila ada benda yang dicurigai sebagai peledak, harus ada pelaporan sebagai langkah awal.

"Polisi nanti akan menindaklanjuti. Sekecil apapun harus ditindaklanjuti, Meskipun memang jumlah aparat terbatas sehingga ada yang diprioritaskan. Tapi bukan berarti tidak ditindaklanjuti," tutur Wawan.

Sebelumnya, di kompleks Komunitas Utan Kayu, paket bom untuk Ulil, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga merupakan ketua DPP Partai Demokrat, melalui kantor KBR 68 H meledak. Paket itu berisi buku berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin' setebal 412 halaman. Namun, saat paket itu diperiksa dengan metal detector, ternyata alat itu berbunyi.

Paket bom meledak dan mengenai polisi. Tangan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan putus. Dalam peristiwa itu, 6 orang dilarikan ke RS.


Berikut video detik-detik ledakan bom di Utan Kayu ,

Syamsul Arifin Didakwa Memperkaya Diri



Gubernur Sumut Syamsul Arifin berjalan memasuki ruang persidangan Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin. Syamsul menjalani sidang perdana sebagai terdakwa kasus penyalahgunaan APBD saat dia menjabat Bupati Langkat.

ImageJAKARTA– Setelah 4,5 bulan ditahan Komisi Pemberantasan KorupsI (KPK), Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Syamsul Arifin, akhirnya duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kemarin.

Syamsul didakwa melakukan korupsi karena memperkaya diri dan menyalahgunakan jabatan saat menjadi Bupati Langkat selama kurun waktu 2000-2007. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang dipimpin Catharina Muliana,menyatakan, Syamsul telah memperkaya diri dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Langkat sehingga menimbulkan kerugian negara hingga Rp98,716 miliar.” Dana APBD itu digunakan untuk pribadi, keluarga dan pihak lain,”ujar Catharina saat membacakan surat dakwaan.

Pada persidangan yang dipimpin hakim ketua ,Tjokorda Rai Suamba itu, JPU mengungkapkan, Syamsul menggunakan dana APBD untuk keperluan pribadi dan keluarganya dengan cara menerbitkan surat perintah membayar uang (SPMU) dan surat perintah pencairan dana (SPPD) yang tidak sesuai ketentuan. Dana yang diambil berasal dari Kas Daerah Pemkab Langkat di APBD 2000-2007. Pada 2000 misalnya, dana dari APBD Langkat dikeluarkan hingga Rp 3,26 miliar.Sebanyak Rp 1,77 miliar digunakan untuk istri Syamsul (Fatimah Habibi), anak (Aisia Amira dan Beby Ardiana), adik,keponakan maupun ibunda.

Sedangkan Rp1,49 miliar mengalir ke pihak lain seperti ketua dan anggota DPRD Langkat, Muspida, petugas Badan Pemeriksa Keuangan( BPK), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan wartawan. Hal serupa juga terjadi pada 2001. Sebanyak Rp 7,71 miliar dana APBD Langkat digelontorkan untuk berbagai keperluan. Di antaranya Rp 2,8 miliar untuk keluarga Syamsul, sedangkan Rp 4,8 miliar mengalir ke pihak lain seperti Ketua dan anggota DPRD Langkat, BPK, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), KNPI, wartawan dan Ignatius Moelyono, mantan komandan kodim (dandim) yang kini menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Pengeluaran yang tak kalah besar dari APBD Langkat terjadi pada 2002, yakni sebanyak Rp 13,16 miliar.

Lagi-lagi sebanyak Rp 4,67 miliar digunakan untuk keluarga Syamsul. Sedangkan Rp 8,494 miliar mengalir ke pihak lain seperti BPK, KNPI, wartawan, Ignatius Moelyono dan artis Fitria Elvi Sukaesih. Selanjutnya, dana APBD yang digunakan untuk keperluan pribadi antara lain Rp10,04 miliar pada 2003, Rp7,8 miliar pada 2004, Rp 4,7 miliar pada 2005, Rp 5,5 miliar pada 2006 dan Rp 6,87 miliar pada 2007. Syamsul juga memerintahkan pengeluaran uang kas daerah selama kurun 2005-2007 dengan cara kas bon, serta memotong anggaran untuk setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat masingmasing 10%.Pemotongan anggaran itu dicatat oleh Buyung Ritonga selaku pemegang Kas Daerah Pemkab Langkat.

Pemotongan anggaran untuk SKPD dilakukan pada 2006-2007 dengan jumlah Rp 12,266 miliar yang berasal dari 35 SKPD. Atas perintah Syamsul, uang APBD Langkat juga dipinjamkan ke pihak lain, namun uangnya tidak pernah dikembalikan. Peminjaman itu terjadi sejak 2003-2006. Salah satunya adalah perintah pembayaran pinjaman ke CV Ansor Bintang Sembilan selama kurun waktu 2004-2007. Namun, uang yang diterima CV Ansor Bintang Sembilan, ternyata diserahkan lagi ke Syamsul Arifin. Atas sederet perbuatan itu, JPU dalam dakwaan primair mendakwa Syamsul telah memperkaya diri dan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang Undang (UU) Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Ancaman hukuman maksimalnya adalah 20 tahun penjara. Dalam dakwaan subsidair, Syamsul didakwa menyalahgunakan jabatan dan melanggar Pasal 3 juncto pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. Atas dakwaan itu, baik Syamsul ataupun tim penasihat hukum tidak akan mengajukan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan. Duduk di kursi terdakwa, Syamsul yang mengenakan batik berwarna cokelat muda dan sepatu hitam tanpa kaos kaki menyatakan bahwa sebagian dakwaan itu tidak sesuai fakta.”Semoga ada mukjizat di pengadilan Tipikor ini,” ujar Syamsul yang disambut tepuk tangan pendukungnya yang hadir di persidangan.

Karena Syamsul tidak menyampaikan eksepsi, maka persidangan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Dua saksi akan dihadirkan pada persidangan lanjutan.KPK mengaku memiliki 200 saksi. Namun JPU hanya akan mengajukan 50 saksi saja pada persidangan atas Syamsul. Seusai sidang, penasihat hukum Syamsul Arifin, Rudi Alfonso mengatakan, seharusnya mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Langkat Buyung Ritonga (berkasnya diajukan secara terpisah) mempertanggungjawabkan penuh persoalan ini. Sebab, sebagai staf seharusnya Buyung mengingatkan atasannya mana yang benar dan mana yang salah.

”Tidak mungkin seorang atasan itu tahu persis semua aturan.Stafnya mengingatkan. Kalau tahu semua mana mungkin diangkat staf. Apalagi Pak Syamsul itu seorang politisi bukan birokrat,” ucapnya. Dia menambahkan, masalah dana APBD yang mengalir kepada istri,adik,ibu,anak dan keponakan Syamsul sudah selesai karena kliennya sudah memulangkan dana tersebut begitu ada temuan dari hasil audit BPK. Dia meyakini masalah ini sarat dengan nuansa politik karena dimunculkan kembali begitu kliennya menjabat Gubernur Sumut. Sementara itu, adik Syamsul Arifin, Syah Afandim yang juga disebut-sebut menerima aliran dana tersebut tetap yakin abangnya tidak bersalah. ”Pengadilan ini akan menunjukkan kebenaran.

Dengan kebenaran persoalan sebenarnya akan muncul.Semua akan jelas siapa yang salah,”tandasnya. Pria yang akrab disapa Ondim ini juga memaparkan, persoalan ini terjadi saat proses transisi peraturan penyusunan keuangan. Seharusnya, ada arahandiberikanstafagartidak terjadi temuan. Terkait namanya disebut, Ondim hanya mengatakan, biarkan persidangan yang membuktikan. ”Saya yakin Bang Syamsul tidak ada salah.

Proses persidangan akan membuktikan itu.Semoga apa yang dituduh-kan terbantahkan dan beliau kembali beraktivitas,”bebernya.

Sumber : SI

Senin, 14 Maret 2011

Gayus Tambunan Jadi Obyek Lukisan

Setelah divonis tujuh tahun penjara, kasus   mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan seakan  tenggelam isu-isu lain. Hal ini mendorong pelukis Abdul Rachman melukis sosok Gayus dengan judul "Putra Bunga Bangkai".
Rahman menjelaskan, selaku warga negara Indonesia ia gelisah melihat ketidakberesan dalam pemberantasan berbagai mafia hukum maupuan mafia pajak di negeri ini. Maka, ia memelesetkan "Putra Bunga Bangsa" menjadi "Putra Bunga Bangkai". "Saya ngeri menyaksikan penegakan hukum di negeri ini. Masak menilep pajak rakyat sampai ratusan miliar rupiah, kok cuma dihukum tujuh tahun penjara," kata Rachman, Senin (14/3/2011) di Semarang, Jawa Tengah.
Dalam lukisan berukuran 180 x 120 cm, ia menggambarkan Gayus berada di atas setangkai bunga bangkai dan tengah melahap uang. Di atasnya digambarkan tokoh wayang Yuyu Rumpung, yang bisa hidup di dua alam.
Lukisan dibuat dengan teknik cat minyak di atas kanvas. Rachman seperti tidak mempedulikan tekstur lukisan. Dalam lukisan itu pula ditempeli uang mainan pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.
Rencananya, lukisan tersebut hendak dipamerkan di sebuah galeri di Ungaran, Jawa Tengah. Rachman, selama ini dikenal sebagai seniman patung di Semarang. Selain mengerjakan patung, ia juga menggarap lansekap taman-taman kota. Namun akhir-akhir ini ia kembali menekuni dunia lamanya, yakni melukis.
Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Minggu, 13 Maret 2011

Dampak Buruk Terkena Bocoran Radioaktif

106738_kebakaran-di-dekat-kompleks-reaktor-nuklir-tokaimura--jepang_300_225Gempa bumi yang disusul adanya tsunami yang melanda Jepang pada Jumat (11/3) kemarin menimbulkan potensi bahaya baru. Hal ini disebabkan adanya beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Jepang yang mengalami kerusakan. Dan ini memicu adanya ancaman bahaya kontaminasi radioaktif yang muncul ke permukaan.
Radioaktif adalah sejenis zat yang berada di permukaan atau di dalam benda padat, cair atau gas yang mana kehadirannya berbahaya bagi tubuh manusia. Radioaktif berasal dari radionuklida (radioisotop) sebuah inti tak stabil akibat energi yang berlebihan.
Menurut situs atomicarchive.com, setidaknya ada tujuh efek yang berbahaya bila tubuh manusia terkena bocoran radioaktif dari PLTN.
1. Rambut
Rambut akan menghilang dengan cepat bila terkena radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems merupakan satuan dari kekuatan radioaktif.
2. Otak
Sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi berkekuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya jantung, radiasi membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.
3. Kelenjar Gondok
Kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid.
4. Sistim Peredaran Darah
Ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal ialah seperti penyakit flu. Menurut data saat terjadi ledakan Nagasaki dan Hiroshima, menunjukan gejala dapat bertahan selama 10 tahun dan mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukimia dan limfoma.
5. Jantung
Bila terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems akan mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
6. Saluran Pencernaan
Radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.
7. Saluran Reproduksi
Saluran reproduksi akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200 Rems. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami kemandulan.
Melihat bahayanya dampak dari radiasi radioaktif ini, pemerintah Jepang langsung menetapkan kondisi siaga menyusul potensi kebocoran radioaktif pada lima reaktor nuklir di dua lokasi. Tiga ribu warga yang tinggal di sekitar reaktor nuklir Fukushima Daiichi dengan radius 10 km langsung dievakuasi.
Sebanyak 14.000 warga yang tinggal di bagian timur laut Jepang masih di lokasi Daiichi, turut juga diungsikan setelah mendapat peringatan dari Tokyo Electric Power Co.

Jumat, 11 Maret 2011

Bocoran Wikileaks Ancam Stabilitas Indonesia

Sejumlah politisi melihat ada agenda tersembunyi di balik pemberitaan dua media Australia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mencurigai pemberitaan The Sydney Morning Herald dan The Age sebagai bagian dari agenda terselubung pemerintah Australia yang mengancam disintregasi bangsa Indonesia.


Dua surat kabar Australia itu memuat informasi yang diklaim sebagai bocoran laporan diplomatik AS dari WikiLeaks. Isinya, mensinyalir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para pejabat lain terlibat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.  



"Patut dicurigai ada sebuah agenda pelemahan yang dilakukan pemerintah Australia terkait upaya melakukan disintregasi terhadap negara kita," ujar Fadli saat berbincangan dengan VIVAnews.com di sela Rapat Koordinasi Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, di Hotel Sahid, Jumat 11 Maret 2011.



Ia meragukan kebenaran berita tanpa verifikasi itu. "Karena hanya dua media massa itu saja yang kebetulan milik pemerintah Australia, jadi sudah sepatutnya kita mencurigai ada sebuah agenda di balik ini yang bisa saja mengancam kestabilan pemerintahan SBY," ujarnya. 



Pendapat senada disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie. Ia melihat pemberitaan sejumlah media Australia itu bersifat sepihak dan tendensius. Ia mencurigai agenda tersembunyi di balik pengungkapan data Wikileaks yang menurutnya tak memiliki kredibilitas. 



"Ada apa di balik kebijakan pemberitaan itu? Jelas ada maksud politik yang sistematis untuk menggoyahkan stabilitas politik pemerintahan SBY," ujarnya. 



Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan, pemerintah telah mengirim nota protes diplomatik kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat atas masalah itu. Pemerintah juga telah melayangkan protes kepada sejumlah media Australia yang memuat pemberitaan tanpa verifikasi.

Motif Bisnis di Balik Berita WikiLeaks

"Ada kemungkinan penayangan berita hanya membuat sensasi agar oplahnya naik."

Halaman depan harian The Age Australia, edisi Jumat 11 Maret 2011, memampangkan judul "Yudhoyono 'Abused Power': Cables accuse Indonesian President of corruption." Sontak berita ini mengejutkan masyarakat Indonesia yang selama ini menganggap presiden mereka sebagai sosok yang bersih dari korupsi.

Berbagai spekulasi pun muncul ke permukaan mengenai berita terkait. Pihak istana melalui juru bicaranya, Julian Aldrin Pasha, membantah keras isi berita tersebut. Julian menyesalkan koran sebesar The Age dan Sydney Morning Herald (SMH) menayangkan berita tanpa melakukandouble check terlebih dahulu.

Pengamat dari Indobarometer, Muhammad Qodari berpendapat ada motif bisnis dari pemberitaan oleh harian The Age ini. Menarik melihat fenomena pemberitaan muncul bersamaan dengan kedatangan Wakil Presiden Indonesia Boediono ke Negeri Kanguru itu.

"Ada kemungkinan penayangan berita bersamaan dengan kedatangan Wakil Presiden (Boediono), hanya membuat sensasi agar oplahnya naik," jelas Qodari pada VIVAnews.com, kemarin.

Lebih lanjut dijelaskan, pencatutan sumber dari Wikileaks oleh harian The Age semata murni bentuk pemberitaan. Ia belum melihat ada tendensi lain seperti politik atau lain sebagainya.

"Pemikirannya bersumber dari masih mentahnya kebenaran karena tidak ada konfirmasi dari pihak terkait," kata Qodari. Berita dari harian The Age dipercaya oleh Qodari tidak akan mempengaruhi hubungan diplomatik antara RI dan AS yang terjalin sangat baik saat ini.

Istana Kepresidenan membantah keras semua pemberitaan dua media Australia, The Age dan Sydney Morning Herald, yang menyebut penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Istana juga menyesalkan pemberitaan dua media itu yang juga memojokkan Ibu Negara, Ani Yudhoyono. "Itu kami sesalkan, terutama yang dikatakan Ibu Negara broker. Itu luar biasa menghina," kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 11 Maret 2011.

Pemerintah Indonesia mengakui hubungan dengan pemerintah Amerika Serikat terganggu akibat pemberitaan dua media Australia itu. Menurut pemerintah Indonesia, pihak Amerika Serikat sudah meminta maaf. "Jelas terganggu. Kalau mereka (pemerintah AS) menjustifikasi dan membenarkan tentu akan mengganggu hubungan kita," kata Sudi. Laporan: Harwanto Bimo Pratomo 

Dua Media Australia Muat Klarifikasi SBY


SBY menilai kedua media ini telah melanggar kode etik jurnalistik universal.
Dua media Australia, The Age dan Sidney Morning Herald, membuat Jakarta gerah dengan memuat bocoran dokumen milik Kedutaan Amerika Serikat di Indonesia tanpa konfirmasi pada Jumat 11 Maret 2011. Hari ini, kedua media pun memuat konfirmasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.


Dilansir dari laman The Age edisi Sabtu 12 Maret 2011, media ini memuat pernyataan sejumlah pembantu presiden seperti Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa dan Staf Presiden Daniel Sparingga.

SBY menilai kedua media ini telah melanggar kode etik jurnalistik universal dengan memuat bocoran WikiLeaks tersebut tanpa meminta konfirmasi padanya. Marty telah mengajukan protes keras secara resmi kepada Kedutaan Amerika Serikat.
Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, Scot Marciel, telah menyampaikan penyesalan mendalam kepada Presiden karena bocoran dokumen kedutaan itu. Meski meminta maaf, namun Marciel tidak membenarkan atau membantah isi berita kedua media Australia ini. Marciel hanya menyampaikan bahwa bocoran dokumen itu sebagai 'informasi baku yang kerap tidak lengkap dan tak terbukti.'


"Kami sampaikan penyesalan mendalam kepada Presiden SBY dan seluruh masyarakat Indonesia," kata dia sambil menyebut pembocoran dokumen ini sebagai bentuk tidak bertanggung jawab.


Seperti diberitakan sebelumnya, laman pembocor kawat diplomatik rahasia, WikiLeaks, kembali mengungkap informasi mengenai Indonesia. Kali ini, informasi itu menuding bahwa Presiden telah terlibat dalam praktek korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sehingga merusak reputasinya sebagai tokoh yang dianggap bersih dan reformis.


Bocoran WikiLeaks itu antara lain dipublikasikan di surat kabar Australia, The Age. Dalam edisi Jumat, 11 Maret 2011, koran itu menampilkan judul besar-besar di halaman depan,"Yudhoyono 'abused power': Cables accuse Indonesian President of corruption." Berita serupa juga dimuat harian utama Australia lainnya, Sydney Morning Herald.


Bocoran informasi WikiLeaks yang diklaim dimiliki The Age menyatakan bahwa Yudhoyono secara pribadi telah turut campur untuk mempengaruhi jaksa dan hakim dalam melindungi para tokoh politik yang terlibat kasus korupsi, sekaligus untuk menekan para lawan politiknya. SBY juga ditengarai telah memanfaatkan lembaga intelijen untuk memata-matai rival politik dan, sedikitnya dalam satu kesempatan, seorang menteri senior di kabinetnya.


Data yang dinyatakan merupakan bocoran laporan diplomatik Kedubes AS itu juga menuding bagaimana seorang mantan wakil presiden pada kabinet Yudhoyono sebelumnya, Jusuf Kalla, diduga membayar jutaan dolar untuk memimpin partai politik terbesar di Indonesia, Golkar, pada kongres Desember 2004.
Tak cuma itu, istri dan keluarga Presiden pun dikabarkan berupaya memperkaya diri melalui koneksi politik. "Istri presiden dan para kerabat disebutkan dalam laporan politik Kedubes AS, dimana para diplomat Amerika menyebut upaya-upaya keluarga presiden terutama Ibu Negara Kristiani Herawati...untuk mendapat keuntungan finansial dari posisi politiknya," tulis The Age.