Hari ini, seluruh warga Jepang memperingati satu bulan terjadinya gempa dahsyat 9 SR dan tsunami. Di tengah-tengah peringatan itu, gempa hadir kembali sebagai tamu tak diundang.
Menurut laman Associated Press, Senin, 11 April 2011, gempa bumi berkekuatan 7,1 skala Richter (SR) kembali mengguncang Jepang, Senin sore. Gempa bumi tersebut merupakan gempa susulan dan pusatnya tak jauh dari gempa besar pada 11 Maret lalu.
Trauma yang masih bersisa dari bencana sebulan lalu membuat warga berlarian mencari tanah lapang dan lokasi aman lainnya. Akibat guncangan gempa itu, peringatan dini tsunami pun berbunyi. Tetapi tsunami yang tadinya diduga akan muncul setinggi satu meter tidak terjadi.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi sampai harus memutuskan aliran listrik akibat gempa ini. Belum diketahui apakah ada korban dari gempa terbesar ketiga setelah gempa 9 SR, 11 Maret lalu ini.
Sumber : vivanews
Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 April 2011
Kamis, 07 April 2011
Gempa Jepang
Jepang lagi-lagi diterjang gempa bumi, kali ini kekuatannya mencapai 7,9 skala ricter (SR). Peringatan akan tsunami pun dikeluarkan oleh pemerintah setempat.
Sebelumnya dilaporkan pada Rabu kemarin bahwa gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang Jepang Rabu pagi pada pukul 11.45 waktu setempat. Gempa mengguncang gedung-gedung hingga ratusan mil dari Tokyo. Badan Meteorologi pun langsung mengeluarkan peringatan tsunami.
Saksi mata yang berada di lokasi mengatakan bahwa gempa bumi tersebut berlangsung selama 15 menit.
"Gempa bumi baru saja terjadi di Tokyo sekira 15 menit, pengunjung Disney Sea yang sedang menyaksikan Parade Disney pun gempar," demikian ujar Widi Nugroho Sahib, Head of Corporate PR-Soho Group, saat memberikan konfirmasi kepada Okezone.
Pusat Peringatan Tsunami Pasific mengatakan bahwa peringatan tsunami pun diluncurkan tidak hanya di Jepang, tapi juga di Rusia, Marcus Island dan juga wilayah utara Marianas. Pengawasan tsunami pun kini tengah dilakukan di wilayah kepulauan Guam, Taiwan, Filipina, Indonesia dan juga Kepulauan Hawai.
Gempa yang menerjang pada pukul 2:46 waktu setempat berada di kedalaman 10 kilometer, sekira 120 kilometer dari pantai timur. Wilayah tersebut berada sekira 380 kilometer dari wilayah utara Tokyo.
Di pusat kota Tokyo, bangunan tinggi pun bergoyang, membuat para pekerja berhamburan untuk mencari perlindungan, demikian lansir Assiociated Press.
Sabtu, 19 Maret 2011
Rahasia Sukses Orang Jepang

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.
Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.
Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.
Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.
Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.
Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.
Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.
Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics.
Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu.
Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.
Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.
Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah.
Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita.
Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis.
Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) .
Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era berikutnya.
Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya.
Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).
7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.
Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.
Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).
Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.
Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.
Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.
Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya.
Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.
Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.
Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya.
Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Jumat, 18 Maret 2011
Yang Membedakan Masyarakat Jepang Dan Indonesia

Minggu, 13 Maret 2011
Dampak Buruk Terkena Bocoran Radioaktif
Radioaktif adalah sejenis zat yang berada di permukaan atau di dalam benda padat, cair atau gas yang mana kehadirannya berbahaya bagi tubuh manusia. Radioaktif berasal dari radionuklida (radioisotop) sebuah inti tak stabil akibat energi yang berlebihan.
Menurut situs atomicarchive.com, setidaknya ada tujuh efek yang berbahaya bila tubuh manusia terkena bocoran radioaktif dari PLTN.
1. Rambut
Rambut akan menghilang dengan cepat bila terkena radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems merupakan satuan dari kekuatan radioaktif.
2. Otak
Sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi berkekuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya jantung, radiasi membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.
3. Kelenjar Gondok
Kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid.
4. Sistim Peredaran Darah
Ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal ialah seperti penyakit flu. Menurut data saat terjadi ledakan Nagasaki dan Hiroshima, menunjukan gejala dapat bertahan selama 10 tahun dan mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukimia dan limfoma.
5. Jantung
Bila terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems akan mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
6. Saluran Pencernaan
Radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.
7. Saluran Reproduksi
Saluran reproduksi akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200 Rems. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami kemandulan.
Melihat bahayanya dampak dari radiasi radioaktif ini, pemerintah Jepang langsung menetapkan kondisi siaga menyusul potensi kebocoran radioaktif pada lima reaktor nuklir di dua lokasi. Tiga ribu warga yang tinggal di sekitar reaktor nuklir Fukushima Daiichi dengan radius 10 km langsung dievakuasi.
Sebanyak 14.000 warga yang tinggal di bagian timur laut Jepang masih di lokasi Daiichi, turut juga diungsikan setelah mendapat peringatan dari Tokyo Electric Power Co.
Jumat, 11 Maret 2011
Lady Gaga Desain Gelang untuk Bantu Korban Tsunami
Penyanyi Lady Gaga ikut berduka atas bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Jepang. Pelantun 'Born This Way' itu pun mendesain gelang yang hasil penjualannya akan didonasikan untuk korban bencana.
"Aku mendesain Japan Prayer Bracelet. Beli/Sumbangkan di sini dan seluruh hasil sumbangan akan diberikan pada upaya penanganan bencana tsunami. Go Monsters: http://bit.ly/f0aYwZ," tulis Gaga dalam akun Twitternya, seperti dilansir AFP.
Monster adalah panggilan Gaga untuk para fansnya. Gelang tersebut dapat dibeli di situs resmi Gaga, yang alamatnya ia ikusertakan dalam tweetnya.
Gelang karya Gaga adalah berupa wristband berwarna putih. Ada tulisan 'We Pray For Japan' dan juga tulisan kanji di sekeliling gelang tersebut.
Selain Gaga, sejumlah penyanyi lainnya juga menyampaikan duka cita mereka atas bencana yang terjadi di Jepang. Salah satunya, penyanyi Alicia Keys.
"Hatiku hancur melihat Jepang," tulisnya.
"Aku mendesain Japan Prayer Bracelet. Beli/Sumbangkan di sini dan seluruh hasil sumbangan akan diberikan pada upaya penanganan bencana tsunami. Go Monsters: http://bit.ly/f0aYwZ," tulis Gaga dalam akun Twitternya, seperti dilansir AFP.
Monster adalah panggilan Gaga untuk para fansnya. Gelang tersebut dapat dibeli di situs resmi Gaga, yang alamatnya ia ikusertakan dalam tweetnya.
Gelang karya Gaga adalah berupa wristband berwarna putih. Ada tulisan 'We Pray For Japan' dan juga tulisan kanji di sekeliling gelang tersebut.
Selain Gaga, sejumlah penyanyi lainnya juga menyampaikan duka cita mereka atas bencana yang terjadi di Jepang. Salah satunya, penyanyi Alicia Keys.
"Hatiku hancur melihat Jepang," tulisnya.
Sumber : wolipop
Warga Jepang Masih Tertib Antre Evakuasi
Negara Jepang memang terkenal dengan kebiasaannya untuk selalu tertib. Buktinya meski bahaya tsunami mengancam nyawa, mereka masih terlihat tertib mengantre ke dalam bis untuk evakuasi.
Seperti yang terlihat dalam tayangan di sebuah stasiun televisi lokal Jepang, TBStv, ribuan warga yang berkumpul di utara Stasiun Shibuya, Tokyo, sedang mengantre dengan tertib untuk masuk ke dalam bis yang telah disediakan. Sama sekali tidak terlihat ada warga yang menyerobot maupun berebut untuk segera masuk ke dalam bis.
Memang gelombang besar tidak menerpa kota Shibuya, namun mengingat dampak gempa yang membuat sistem transportasi subway tidak berfungsi, mereka pun harus menggunakan bis untuk menyelamatkan diri.
Dalam video itu juga beberapa warga yang keluar dari gedung tidak terlihat panik dan kalaupun ada yang panik, orang yang disebelahnya menepuk tangan ke punggung sambil berkata 'Daijobu' berkali-kali. Daijobu sendiri artinya tidak apa-apa.
Seperti yang diketahui ketertiban merupakan kebiasaan yang telah mendarah daging di sana. Tak peduli sedang berada dalam situasi yang mungkin mengancam nyawa, mereka tetap mempertahankan kebiasaan tertib dalam segala hal. Negara Jepang memang terkenal dengan kebiasaannya untuk selalu tertib. Buktinya meski bahaya tsunami mengancam nyawa, mereka masih terlihat tertib mengantre ke dalam bis untuk evakuasi.
Seperti yang terlihat dalam tayangan di sebuah stasiun televisi lokal Jepang, TBStv, ribuan warga yang berkumpul di utara Stasiun Shibuya, Tokyo, sedang mengantre dengan tertib untuk masuk ke dalam bis yang telah disediakan. Sama sekali tidak terlihat ada warga yang menyerobot maupun berebut untuk segera masuk ke dalam bis.
Memang gelombang besar tidak menerpa kota Shibuya, namun mengingat dampak gempa yang membuat sistem transportasi subway tidak berfungsi, mereka pun harus menggunakan bis untuk menyelamatkan diri.
Dalam video itu juga beberapa warga yang keluar dari gedung tidak terlihat panik dan kalaupun ada yang panik, orang yang disebelahnya menepuk tangan ke punggung sambil berkata 'Daijobu' berkali-kali. Daijobu sendiri artinya tidak apa-apa.
Seperti yang diketahui ketertiban merupakan kebiasaan yang telah mendarah daging di sana. Tak peduli sedang berada dalam situasi yang mungkin mengancam nyawa, mereka tetap mempertahankan kebiasaan tertib dalam segala hal.
Video Gempa Tsunami Jepang
Video gempa tsunami di Jepang yang berkekuatan 8,9 SR
pada tanggal 11 Maret 2011 pukul 14.46.
Pabrik Toyota, Honda dan Nisan Rusak
www.xinhuanet.com
TOKYO, KOMPAS.com — Gempa yang memicu Tsunami melanda Sendai, Jepang timur, membuat tiga produsen otomotif, yakni Toyota Motor Corporation, Honda Motor Company, dan Nissan Motor Company terkena dampak. Seluruh kegiatan produksi di ketiga produsen tersebut terpaksa berhenti total.
Juru bicara Toyota Motor Corporation (TMC), seperti dilansir bloomberg, Jumat (11/3/2011), mengatakan, seluruh kegiatan produksi Toyota dihentikan di Miyagi Prefecture, terhitung hari ini. Kapasitas pabrik ini mencapai 120.000 unit per tahun dan Toyota tengah memproduksi hatchbackYaris. Kondisi ini membuat TMC langsung menghentikan aktivitas ekspor Yaris, Scion Xb, dan Scion XD ke Amerika Serikat.
Toyota terus mengevakuasi pekerjanya di pabrik yang terkena dampak gempa bumi, termasuk perusahaan mitranya, Kanto Auto Works Limited dan Central Motors Company. "Sampai kini situasi masih bergejolak dan kami masih mengumpulkan informasi terkini," ucap Dion Corbett seperti dilansir autonews, hari ini.
Selain TMC, beberapa pemasok komponen otomotif, termasuk Toyota Boshoku Corporation dan Denso Corporation (produsen komponen otomotif terbesar di Jepang) juga melakukan hal yang sama. Goro Kanemasu, juru bicara Denso Corporation, di Jepang mengatakan, pabrik yang masih dalam proses pembangunan di sebelah selatan Miyagi itu rusak. Namun, semua karyawan pabrik berhasil diungsikan ke lokasi yang aman.
Sementara itu, seorang pria dan wanita karyawan Honda Motor Company dilaporkan tewas di pabrik Tochigi, wilayah Kanto, dekat Utsunomiya. Aktivitas pabrik dihentikan. Di sana Honda memproduksi baterai untuk mobil hibrida serta merupakan pusat penelitian dan pengembangan. Adapun Nissan Motor Company masih mengumpulkan data kerusakan
.
.
Tanda-tanda Tsunami
(Foto: thinkstock)
Tsunami adalah serangkaian gelombang yang disebabkan oleh tanah longsor atau gempa bumi besar baik yang terjadi di darat maupun di laut. Gelombang tsunami dapat terjadi 5 menit hingga 1 jam setelah longsor atau gempa bumi.
Berikut beberapa tanda-tanda awal datangnya bencana tsunami, seperti dilansir Ehow, Jumat (11/3/2011), yaitu:
1. Diawali adanya gempa bumi
Bila Anda tinggal di dekat pantai, sebaiknya berhati-hati bila terjadi gempa bumi. Tsunami biasanya terjadi karena adanya gempa bumi yang terjadi di bawah atau di dekat laut. Tidak hanya gempa yang terjadi di daerah Anda, tetapi juga di seluruh dunia. Gempa ribuan kilometer jauhnya dapat menyebabkan potensi tsunami yang mematikan di daerah Anda.
2. Dengarkan suara-suara gemuruh
Banyak korban tsunami telah mengatakan bahwa datangnya gelombang tsunami akan diawali dengan suara gemuruh yang keras mirip dengan kereta barang.
3. Perhatikan penurunan air laut
Jika ada penurunan air laut yang cepat dan bukan merupakan waktu air laut surut, maka segeralah mencari tempat perlindungan yang tinggi. Sebelum terjadi gelombang tsunami, air laut akan terlebih dahulu surut dengan cepat dan kemudian kembali dengan kekuatan yang sangat besar.
4. Selalu waspada pada gelombang pertama
Gelombang tsunami pertama tidak selalu yang paling berbahaya, sehingga tetap mendekatkan diri dari garis pantai sampai keadaaan benar-benar aman. Jangan berasumsi bahwa karena tsunami kecil di satu tempat maka akan kecil juga pada daerah yang lain. Ukuran gelombang tsunami bervariasi dan tidak sama di semua lokasi. Gelombang tsunami juga bisa melakukan perjalanan melalui sungai-sungai yang terhubung ke laut.
Selain tanda-tanda tersebut, alam juga bisa memberi tanda sebelum terjadinya bencana, seperti gerakan angin yang tidak biasa, tekanan udara atau cuaca yang ekstrem dan perilaku hewan yang berubah.
Para ilmuwan berteori bahwa hewan mampu menangkap getaran-getaran atau perubahan tekanan udara di sekitar mereka yang tidak dapat dilakukan manusia.
"Saya tidak berpikir bahwa ini adalah indera keenam, setidaknya tidak ada yang dapat kita ukur pada saat ini," kata Diana Reiss, Ph.D., direktur penelitian mamalia laut di Wildlife Conservation Society, berbasis di Bronx Zoo di New York City, seperti dilansir Foxnews.
Beberapa kelelawar, yang aktif di malam hari dan biasanya tidur di siang hari, menjadi sangat aktif setengah jam sebelum gelombang tsunami datang.
Di Sri Lanka dan Thailand ada sebuah cerita tentang gajah-gajah berlari ke bukit satu jam sebelum tsunami tahun 2004 yang menghancurkan desa dan membunuh hingga 150.000 orang di kedua negara itu.
Ini Gempa Terbesar Jepang
KOMPAS.com — Bukan hanya salah satu gempa terbesar dalam 20 tahun terakhir. Gempa berkekuatan 8,9 yang terjadi di Jepang, Jumat (11/3/2011) siang, tercatat sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah yang pernah terjadi di Negeri Sakura itu. Sepanjang catatan kegempaan di Jepang, belum pernah terjadi gempa sekuat itu.
Gempa paling mematikan di Jepang tercatat terjadi pada 1891. Gempa yang berpusat di Kanto itu hanya berkekuatan 7,9, tapi menewaskan sekitar 140.000 orang di wilayah sekitar Tokyo. Dengan kekuatan sebesar 8,9, gempa terakhir tersebut jauh lebih kuat ketimbang gempa di Kanto, namun tidak terlalu besar dampaknya bagi Kota Tokyo.
"Kami memperkirakan jatuh banyak korban dan kerusakan yang meluas," kata Kevin McCue, seismolog di Central Queensland University di Canberra, Australia, seperti dilansir situs web ABC, Jumat. Namun, jumlah korban di Tokyo diperkirakan tidak sebanyak di Kanto 120 tahun lalu karena pusat gempa saat ini jauh di utara, sekitar 376 km dari Tokyo.
Jepang yang terletak di jalur gunung api atau Cincin Api Pasifik memang termasuk wilayah yang sering terlanda gempa. Beberapa data gempa besar di Jepang yang terekam adalah gempa berkekuatan 8,5 di Sanriku pada tahun 1896 yang menewaskan 27.000 orang dan menyebabkan tsunami setinggi 25 meter. Selain itu adalah gempa Kobe yang terjadi pada tahun 1995 berkekuatan 6,9 skala richter dan menewaskan 5.502 orang.
Gempa Jepang hari ini berkekuatan 8,9 skala richter. Gempa terjadi pada pukul 14.46 waktu setempat dan berpusat di 376 km tenggara Tokyo. Gempa ini telah mengakibatkan tsunami setinggi 4 meter dan berpotensi tsunami hingga 10 meter. Peringatan tsunami diperluas hingga Pasifik, Filipina, dan Indonesia.
Co-Director Australia Tsunami Research Center Professor James Goff mengatakan, gempa yang terjadi kali ini akan mampu melihat kekuatan bangunan tahan gempa Jepang, keampuhan perangkat peringatan tsunami, serta rencana evakuasi. "Peristiwa ini akan menjadi serangkaian tes untuk mereka semua," katanya.
Gempa paling mematikan di Jepang tercatat terjadi pada 1891. Gempa yang berpusat di Kanto itu hanya berkekuatan 7,9, tapi menewaskan sekitar 140.000 orang di wilayah sekitar Tokyo. Dengan kekuatan sebesar 8,9, gempa terakhir tersebut jauh lebih kuat ketimbang gempa di Kanto, namun tidak terlalu besar dampaknya bagi Kota Tokyo.
"Kami memperkirakan jatuh banyak korban dan kerusakan yang meluas," kata Kevin McCue, seismolog di Central Queensland University di Canberra, Australia, seperti dilansir situs web ABC, Jumat. Namun, jumlah korban di Tokyo diperkirakan tidak sebanyak di Kanto 120 tahun lalu karena pusat gempa saat ini jauh di utara, sekitar 376 km dari Tokyo.
Jepang yang terletak di jalur gunung api atau Cincin Api Pasifik memang termasuk wilayah yang sering terlanda gempa. Beberapa data gempa besar di Jepang yang terekam adalah gempa berkekuatan 8,5 di Sanriku pada tahun 1896 yang menewaskan 27.000 orang dan menyebabkan tsunami setinggi 25 meter. Selain itu adalah gempa Kobe yang terjadi pada tahun 1995 berkekuatan 6,9 skala richter dan menewaskan 5.502 orang.
Gempa Jepang hari ini berkekuatan 8,9 skala richter. Gempa terjadi pada pukul 14.46 waktu setempat dan berpusat di 376 km tenggara Tokyo. Gempa ini telah mengakibatkan tsunami setinggi 4 meter dan berpotensi tsunami hingga 10 meter. Peringatan tsunami diperluas hingga Pasifik, Filipina, dan Indonesia.
Co-Director Australia Tsunami Research Center Professor James Goff mengatakan, gempa yang terjadi kali ini akan mampu melihat kekuatan bangunan tahan gempa Jepang, keampuhan perangkat peringatan tsunami, serta rencana evakuasi. "Peristiwa ini akan menjadi serangkaian tes untuk mereka semua," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)