Jumat, 11 Mei 2012

[Koran-Digital] Bagaimana Masa Depan Asuransi Kesehatan Swasta Setelah BPJS?

Jumat, 11/05/2012 15:00 WIB

Bagaimana Masa Depan Asuransi Kesehatan Swasta Setelah BPJS?



Putro Agus Harnowo - detikHealth





Jakarta, Pada tanggal 1 Januari 2014 nanti, Badan Penyelenggara Jaminan

Sosial (BPJS) diharapkan sudah operasional. BPJS ini akan menjamin

seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan dasar.

Dalam BPJS, seluruh program jaminan kesehatan masyarakat sebelumnya akan

melebur menjadi satu, termasuk Askes, Jamkesmas, Jamsostek dan Jampersal.



Pemerintah berencana mewajibkan seluruh penduduk Indonesia untuk menjadi

peserta BPJS dengan cara membayar iuran bulanan. Kisaran iurannya

mungkin sekitar Rp 15.000 - 27.000 perbulan, namun belum ditetapkan

karena masih menunggu pembahasan. Karena program ini bukan berorientasi

profit, maka jika angkanya kelebihan atau dianggap keberatan masih bisa

diturunkan lagi nominalnya.



Untuk masyarakat yang sudah memiliki asuransi swasta, wamenkes

menghimbau tidak perlu khawatir karena BPJS dimaksudkan untuk mencakup

layanan kesehatan dasar. Masyarakat yang memiliki asuransi swasta dapat

memilih berobat ke rumah sakit lain yang lebih sesuai dengan kemampuan

finansialnya.



"Masyarakat yang sudah memiliki asuransi swasta tetap harus ikut BPJS

untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasarnya. BPJS intinya adalah gotong

royong, yang sehat membantu yang sakit, yang kaya membantu yang miskin

dan yang muda membantu yang tua," kata Ali Ghufron Mukti, Wakil Menteri

Kesehatan dalam acara jumpa pers mengenai penyelenggaraan BPJS di

Kementerian Kesehatan, Jumat (11/5/2012).



Wamenkes merencanakan BPJS akan bekerjasama dengan asuransi swasta

sehingga peserta BPJS tidak perlu membayar 2 kali untuk asuransi

kesehatan. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mampu membayar karena

alasan tidak mampu akan dibayari oleh pemerintah.



Dalam program ini, setiap peserta dapat mendaftarkan anggota keluarganya

lewat iuran yang dibayar oleh peserta. Para peserta akan ditanggung

segala pengobatannya, termasuk operasi yang mahal seperti operasi gagal

jantung dan gagal ginjal kronis.



Namun ada juga pelayanan kesehatan yang terbatas seperti kacamata tidak

boleh ganti setiap 2 tahun. Jenis pelayanan kesehatan yang tidak

disebabkan terganggunya fungsi tubuh juga tidak akan dijamin. Contohnya

operasi untuk bedah plastik karena alasan kosmetik.



Saat ini, pemerintah berfokus pada penduduk yang belum memiliki jaminan

kesehatan sama sekali. Misalnya penduduk miskin, pra miskin dan penduduk

yang tidak memiliki upah tetap.



"Saat ini jamkesmas sudah menjamin 76,4 juta jiwa. Tahun 2013 kita

menambahkan 10 juta jiwa lagi yang akan dibayari oleh anggaran

pemerintah. Jumlah kepesertaan menjadi fokus pemerintah karena sumber

daya kita memang terbatas," kata Wamenkes.



Pemerintah memfokuskan pada jamkesmas karena masayarakat miskin masih

kurang optimal menggunakannya. Apalagi masyarakat miskin masih kurang

memiliki kesadaran kesehatan dan baru menemui dokter atau pusat layanan

kesehatan saat sakitnya bertambah parah. Maka tak heran jika biaya rawat

inap pada pasien jamkesmas lebih besar.



http://health.detik.com/read/2012/05/11/150005/1915067/763/bagaimana-masa-depan-asuransi-kesehatan-swasta-setelah-bpjs?l1102755



--

"One Touch In BOX"



To post : koran-digital@googlegroups.com

Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com



"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus



Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun

- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu

- Hindari ONE-LINER

- POTONG EKOR EMAIL

- DILARANG SARA

- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau

Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------

"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.

"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.