Kamis, 10 Mei 2012 | 20:44 WIB
16 Persen Kasus Kanker Bisa Dicegah
TEMPO.CO, Jakarta - Satu dari enam atau 16 persen kasus kanker di dunia
disebabkan oleh infeksi yang sebenarnya bisa dicegah. Pemberian vaksin
seharusnya jadi prioritas pada sistem pelayanan kesehatan di
negara-negara dengan beban kanker tertinggi.
Infeksi menyebabkan sekitar dua juta kasus kanker setiap tahunnya.
Delapan puluh persen dari kasus tersebut terjadi di negara berkembang.
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan online pada jurnal The Lancet
Oncology pada 8 Mei lalu, dari 7,5 juta kematian yang disebabkan kanker
di seluruh dunia pada 2008, sekitar 1,5 juta diantaranya disebabkan
infeksi yang potensial untuk dicegah.
"Infeksi dengan virus, bakteri, dan parasit-parasit tertentu adalah
salah satu penyebab kanker yang paling bisa dicegah di seluruh dunia,"
kata Catherine de Martel, dari International Agency for Research on
Cancer, Lyon, Perancis.
Menurut Martel, penerapan metode kesehatan publik yang telah ada untuk
pencegahan infeksi, seperti vaksinasi, praktek injeksi yang aman, atau
penanganan antimikroba--memiliki pengaruh mendasar dalam menangani beban
kanker.
Dalam studinya, peneliti menghitung data dari 27 jenis kanker pada 184
negara dan mengkalkulasi bahwa sekitar 16 persen dari seluruh kasus
kanker pada 2008 terkait dengan infeksi. Tingkat kanker yang terkait
infeksi ini 23 persen berada pada negara berkembang, tujuh persen di
negara maju, tiga persen di Australia dan New Zealand, dan hampir 33
persen di sub-Sahara Afrika.
Banyak kanker akibat infeksi yang bisa dicegah, khususnya pada kanker
yang diasosiasikan dengan virus human papillomavirus (HPV), Helikobacter
pylori, dan virus hepatitis B dan hepatitis C.
Pada 2008, infeksi empat besar tersebut menyebabkan 1,9 juta kasus
kanker, kebanyakan kanker perut, liver, dan serviks. Kanker serviks
terhitung berjumlah setengah dari kanker akibat infeksi pada kaum
perempuan. Sementara kanker liver dan lambung terhitung lebih dari 80
persen kanker akibat infeksi pada laki-laki.
"Temuan studi ini menunjukan potensi program preventif dan terapetik
pada negara-negara berkembang untuk mengurangi secara signifikan beban
kanker global," kata Goodarz Danaei, dari Harvard School of Public
Health, Boston, mengomentari penelitian ini.
"Sejak tersedianya vaksin yang efektif dan relatif murah untuk HPV dan
hepatitis B, peningkatan cakupan pemberian vaksinasi seharusnya menjadi
prioritas untuk sistem kesehatan pada negara-negara dengan beban kanker
yang tinggi," kata dia.
HEALTHDAY I AMIRULLAH
http://www.tempo.co/read/news/2012/05/10/060403121/16-Persen-Kasus-Kanker-Bisa-Dicegah
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.