Salat Zuhur "Selamatkan" Calon Penumpang PDF Print
Thursday, 10 May 2012
Beberapa penumpang yang gagal merasakan penerbangan pesawat Sukhoi
Superjet 100 mengaku mempunyai beragam alasan. Di antaranya,mepetnya
waktu penerbangan dengan salat zuhur serta ragu-ragu.
Padahal nama-nama mereka telah ada di manifes."Memang untuk manifes itu
sudah didaftar dan ada beberapa orang yang tidak jadi karena waktunya
mepet dengan salat zuhur,"tutur perwakilan dari PT Trimarga
Rekatama,Sunaryo,dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusumah
tadi malam. PT Trimarga Rekatama merupakan perusahaan yang menjadi
perantara antara Sukhoi dengan sejumlah maskapai calon pembeli produk
pesawat dari perusahaan asal Rusia itu.
"Mereka tidak ikut karena nanggunguntuk melaksanakan salat zuhur, nanti
akan tertinggal pesawat,"papar Sunaryo. Dari sejumlah nama yang tidak
jadi berangkat di antaranya Suharso Monoarfa, istri,dan anaknya.Mantan
Menteri Perumahan Rakyat ini menjelaskan bagaimana dia lolos dari
musibah itu.Suharso mengaku mendapat undangan dari Sukhoi untuk ikut
dalam joy flight tersebut sebagai seorang pengusaha.
Dia bersama sang istri dan anaknya,Andhika Monoarfa, sempat masuk ke
dalam pesawat itu."Sempat foto-foto juga,lalu kita ditawari naik pesawat
untuk demo flight," kata politikus PPP ini. Waktu itu,dia sempat ragu
apakah akan ikut penerbangan itu atau tidak.Terlebih lagi Suharso
mengaku ada rapat sore nanti."Tadinya saya mau ikut terbang saja,kata
istri saya tidak usah.Karena terbang satu jam nanti kelamaan," jelasnya.
Akhirnya Suharso memutuskan batal terbang.
Dia lalu diantar perwakilan Sukhoi turun keluar dari kabin."Nama saya
dan anak saya ada di dalam daftar pesawat penumpang, tapi
dicoret,"tutupnya. Hingga tadi malam,suasana di ruang kedatangan Bandara
Halim Perdanakusumah mendadak berubah jadi ramai dipenuhi anggota
keluarga atau kerabat para penumpang pesawat Sukhoi.Mereka tampak
diliputi rasa sedih bercampur cemas saat menunggu kabar mengenai nasib
anggota keluarganya yang ikut dalam uji coba penerbangan pesawat
komersial milik salah satu perusahaan penerbangan Rusia itu.
Windi,38,misalnya,istri dari salah seorang penumpang bernama Ruli
Dermawan,tak kuasa menahan air matanya ketika melihat nama suaminya
tercatat sebagai salah satu penumpang.Menurut perempuan bernama lengkap
Windi Persila itu,suaminya yang bekerja di perusahaan Indo Asia
berpamitan sejak tadi pagi.Suaminya,kata dia, sempat menghubungi Windi
agar ikut dalam acara makan siang di Bandara Halim. Namun,Windi mengaku
tidak bisa ikut karena harus mengurus anaknya di rumah.
"Tadi pagi dia sempat telepon dan minta saya ke bandara ikut dalam acara
makan siang," tutur Windi dengan nada sedikit terbata-bata. Kepada
wartawan,Windi memastikan bahwa suaminya menjadi bagian dari salah satu
penumpang pesawat Sukhoi yang hilang.Bahkan,dia mengaku sudah mencoba
mengontak nomor handphone milik suaminya,tapi sudah tak bisa dihubungi.
Namun,dia tetap yakin suami beserta seluruh penumpang lainnya selamat
meski hingga pukul 21.00 WIB tadi malam belum ada kabar pasti tentang
kondisi suaminya."Saya yakin ini semua selamat.Doakan ya," katanya
kepada wartawan sambil menunjuk pada daftar nama penumpang di depannya.
Isak tangis juga mewarnai keluarga penumpang yang mengetahui keluarganya
tercantum dalam manifes pesawat.Ellen Pangabean, anggota keluarga
Edward, misalnya mengaku mendapat informasi keberadaan Edward dari rekannya.
"Saya dikasih tahu teman Edward bahwa pesawatnya hilang kontak,"
katanya. Untuk memastikan berita tersebut,Ellen didampingi kerabatnya
mendatangi Bandara Halim."Makanya saya kemari untuk mengecek, kami minta
doanya saja," pungkas Ellen sambil menyeka air matanya.Selain Ellen,ada
puluhan anggota keluarga lainnya yang datang. Isak tangis juga pecah
dari seorang wanita keluarga Herman Suladji,salah satu penumpang yang
berada di pesawat tersebut.
"Harusnya nggak ikut tadi,"ujarnya sambil memeluk seorang wanita yang
menenangkan nya. "Sabar sayang,kanbelum tahu,Mbak,insya Allah
selamat,"ujar wanita yang memeluknya.Wanita tersebut mengatakan, pertama
kali tahu informasi tentang musibah tersebut dari orang tuanya
sendiri."Dikabarin mama tadi,"ujarnya. Sidup Usman,ayah dari salah
seorang pramugari Sky Air Dewi Mutiara,25,yang menjadi salah satu
penumpang,menuturkan bahwa terakhir kali dia mendapat kontak dari Dewi
pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
"Kalau dia ingin terbang selalu menghubungi keluarga dulu. Nahtadi pagi
dia hanya bilang katanya mau ikut trainingbuat pesawat baru,"ujarnya.
Hingga tadi malam,Sidup mengaku belum dihubungi oleh pihak perusahaan
terkait hilangnya pesawat tersebut. "Saya akan menuntut
pertanggungjawaban pihak perusahaan terkait peristiwa ini.Sejak
peristiwa hilangnya kontak kami sama sekali tidak dihubungi dan pertama
kali mengetahui peristiwa ini dari teman kerjanya,"paparnya.
DIAN RAMDHANI/ ANDI SETIAWAN
Jakarta
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/493660/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.