Rabu, 09 Mei 2012

[Koran-Digital] Salat Zuhur “Selamatkan” Calon Penumpang

Salat Zuhur "Selamatkan" Calon Penumpang PDF Print

Thursday, 10 May 2012

Beberapa penumpang yang gagal merasakan penerbangan pesawat Sukhoi

Superjet 100 mengaku mempunyai beragam alasan. Di antaranya,mepetnya

waktu penerbangan dengan salat zuhur serta ragu-ragu.



Padahal nama-nama mereka telah ada di manifes."Memang untuk manifes itu

sudah didaftar dan ada beberapa orang yang tidak jadi karena waktunya

mepet dengan salat zuhur,"tutur perwakilan dari PT Trimarga

Rekatama,Sunaryo,dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusumah

tadi malam. PT Trimarga Rekatama merupakan perusahaan yang menjadi

perantara antara Sukhoi dengan sejumlah maskapai calon pembeli produk

pesawat dari perusahaan asal Rusia itu.



"Mereka tidak ikut karena nanggunguntuk melaksanakan salat zuhur, nanti

akan tertinggal pesawat,"papar Sunaryo. Dari sejumlah nama yang tidak

jadi berangkat di antaranya Suharso Monoarfa, istri,dan anaknya.Mantan

Menteri Perumahan Rakyat ini menjelaskan bagaimana dia lolos dari

musibah itu.Suharso mengaku mendapat undangan dari Sukhoi untuk ikut

dalam joy flight tersebut sebagai seorang pengusaha.



Dia bersama sang istri dan anaknya,Andhika Monoarfa, sempat masuk ke

dalam pesawat itu."Sempat foto-foto juga,lalu kita ditawari naik pesawat

untuk demo flight," kata politikus PPP ini. Waktu itu,dia sempat ragu

apakah akan ikut penerbangan itu atau tidak.Terlebih lagi Suharso

mengaku ada rapat sore nanti."Tadinya saya mau ikut terbang saja,kata

istri saya tidak usah.Karena terbang satu jam nanti kelamaan," jelasnya.

Akhirnya Suharso memutuskan batal terbang.



Dia lalu diantar perwakilan Sukhoi turun keluar dari kabin."Nama saya

dan anak saya ada di dalam daftar pesawat penumpang, tapi

dicoret,"tutupnya. Hingga tadi malam,suasana di ruang kedatangan Bandara

Halim Perdanakusumah mendadak berubah jadi ramai dipenuhi anggota

keluarga atau kerabat para penumpang pesawat Sukhoi.Mereka tampak

diliputi rasa sedih bercampur cemas saat menunggu kabar mengenai nasib

anggota keluarganya yang ikut dalam uji coba penerbangan pesawat

komersial milik salah satu perusahaan penerbangan Rusia itu.



Windi,38,misalnya,istri dari salah seorang penumpang bernama Ruli

Dermawan,tak kuasa menahan air matanya ketika melihat nama suaminya

tercatat sebagai salah satu penumpang.Menurut perempuan bernama lengkap

Windi Persila itu,suaminya yang bekerja di perusahaan Indo Asia

berpamitan sejak tadi pagi.Suaminya,kata dia, sempat menghubungi Windi

agar ikut dalam acara makan siang di Bandara Halim. Namun,Windi mengaku

tidak bisa ikut karena harus mengurus anaknya di rumah.



"Tadi pagi dia sempat telepon dan minta saya ke bandara ikut dalam acara

makan siang," tutur Windi dengan nada sedikit terbata-bata. Kepada

wartawan,Windi memastikan bahwa suaminya menjadi bagian dari salah satu

penumpang pesawat Sukhoi yang hilang.Bahkan,dia mengaku sudah mencoba

mengontak nomor handphone milik suaminya,tapi sudah tak bisa dihubungi.



Namun,dia tetap yakin suami beserta seluruh penumpang lainnya selamat

meski hingga pukul 21.00 WIB tadi malam belum ada kabar pasti tentang

kondisi suaminya."Saya yakin ini semua selamat.Doakan ya," katanya

kepada wartawan sambil menunjuk pada daftar nama penumpang di depannya.

Isak tangis juga mewarnai keluarga penumpang yang mengetahui keluarganya

tercantum dalam manifes pesawat.Ellen Pangabean, anggota keluarga

Edward, misalnya mengaku mendapat informasi keberadaan Edward dari rekannya.



"Saya dikasih tahu teman Edward bahwa pesawatnya hilang kontak,"

katanya. Untuk memastikan berita tersebut,Ellen didampingi kerabatnya

mendatangi Bandara Halim."Makanya saya kemari untuk mengecek, kami minta

doanya saja," pungkas Ellen sambil menyeka air matanya.Selain Ellen,ada

puluhan anggota keluarga lainnya yang datang. Isak tangis juga pecah

dari seorang wanita keluarga Herman Suladji,salah satu penumpang yang

berada di pesawat tersebut.



"Harusnya nggak ikut tadi,"ujarnya sambil memeluk seorang wanita yang

menenangkan nya. "Sabar sayang,kanbelum tahu,Mbak,insya Allah

selamat,"ujar wanita yang memeluknya.Wanita tersebut mengatakan, pertama

kali tahu informasi tentang musibah tersebut dari orang tuanya

sendiri."Dikabarin mama tadi,"ujarnya. Sidup Usman,ayah dari salah

seorang pramugari Sky Air Dewi Mutiara,25,yang menjadi salah satu

penumpang,menuturkan bahwa terakhir kali dia mendapat kontak dari Dewi

pagi sekitar pukul 06.00 WIB.



"Kalau dia ingin terbang selalu menghubungi keluarga dulu. Nahtadi pagi

dia hanya bilang katanya mau ikut trainingbuat pesawat baru,"ujarnya.

Hingga tadi malam,Sidup mengaku belum dihubungi oleh pihak perusahaan

terkait hilangnya pesawat tersebut. "Saya akan menuntut

pertanggungjawaban pihak perusahaan terkait peristiwa ini.Sejak

peristiwa hilangnya kontak kami sama sekali tidak dihubungi dan pertama

kali mengetahui peristiwa ini dari teman kerjanya,"paparnya. 



DIAN RAMDHANI/ ANDI SETIAWAN

Jakarta



http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/493660/



--

"One Touch In BOX"



To post : koran-digital@googlegroups.com

Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com



"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus



Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun

- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu

- Hindari ONE-LINER

- POTONG EKOR EMAIL

- DILARANG SARA

- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau

Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------

"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.

"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.